Geothermal Ditolak, Pendekatan Sosial ke Masyarakat Jadi Solusi

Kompas.com - 14/11/2016, 07:39 WIB
Sumur geothermal di PLTP Ulu Belu, Tanggamus, Provinsi Lampung, Rabu (27/2/2013). 
KOMPAS/YULVIANUS HARJONOSumur geothermal di PLTP Ulu Belu, Tanggamus, Provinsi Lampung, Rabu (27/2/2013).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan energi panas bumi atau geothermal kerap ditolak oleh masyarakat lantaran berbagai faktor, mulai dari minimnya edukasi hingga kepentingan politik.

Pemerintah pun disarankan menggunakan pendekatan yang berbeda kepada masyarakat. Pendekatan yang dimaksud yakni pendekatan sosial masyarakat adat.

"Saya ambil beberapa contoh (ekplorasi geothermal), di Aceh kami melakukan pendekatan ke kepala suku, ini penting juga sebab ada pemimpin informal," ujar pakar panas bumi dari Universitas Indonesia Daud Yunus dalam acara diskusi Energi Kita, Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Pendekatan dengan langsung mendatangi pemimpin adat atau kepala suku juga berhasil Daud Yunus terapkan di Pontianak dan Tampomas.

Meski tidak semua eksplorasi merupakan eksplorasi energi panas bumi, namun cara itu dinilai efektif.

Selain itu, pendekatan dalam jangka panjang juga penting dilakukan kepada masyarakat yang ada di daerah kaya energi panas bumi. Setidaknya ada 265 lokasi di Indonesia yang kaya akan energi panas bumi.

"Jangka panjang edukasi ke masyarakat harus dilakukan, katakanlah di SMA. Harus ada pendidikan ke arah pemahaman energi terutama Geothermal. Lalu training guru, guru geografis tentang geothermal," kata Daud Yunus.

Pendekatan Sosial

Sementara itu Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh setuju dengan usulan pendekatan sosial untuk mencairkan cara pandang sebagai masyakarat yang beku lantaran minimnya informasi.

Bahkan ia mengusulkan agar beberapa masyarakat yang daerahnya akan dikembangkan untuk energi panas bumi, diajak untuk meninjau daerah lain yang menjadi percontohan pengembangan energi panas bumi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.