Wajib Pajak yang Repatriasi Harta Tak Perlu Khawatir Gejolak Kurs

Kompas.com - 16/11/2016, 16:59 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menegaskan bahwa gejolak nilai tukar atau kurs tidak akan berpengaruh terhadap besaran utang tebusan program tax amnesty.

Dengan begitu wajib pajak yang akan membawa pulang harta ke Indonesia (repatriasi) melalui program tersebut tidak perlu khawatir.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama sekaligus mengklarifikasi berita Kompas.com yang berjudul "Rupiah Jeblok, Pemerintah Bisa Untung dati Tax Amnesty, Kok Bisa?".

"Kurs rupiah untuk menghitung uang tebusan nilainya sudah ditetapkan berdasarkan kurs pajak yang berlaku pada akhir tahun pajak atau per 31 Desember 2015," ujar Yoga kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Penetapan kurs rupiah 31 Desember 2015 menjadi dasar perhitungan uang tebusan oleh para wajib pajak yang ingin merepatriasi hartanya dari luar negeri yang berupa dollar AS.

Patokan kurs itu pula yang tertera dalam Surat Pernyataan Harta (SPH). Artinya, meski nilai tukar rupiah bergejolak, wajib pajak tetap membayar uang tebusan sesuai tarif yakni 2 persen untuk periode pertama atau 3 persen untuk periode kedua, dengan menggunakan patokan kurs 31 Desember 2015.

Nantinya uang tebusan itulah yang akan masuk ke kas negara. Dengan begitu maka wajib pajak tidak dirugikan meski ada gejolak nilai tukar.

Sedangkan pemerintah, tegas Yoga, tidak pula mendapatkan untung bila nilai tukar rupiah melemah. Sebab tidak ada kaitan dengan uang tebusan yang masuk ke kas negara.

"Jika aset yang direpatriasi dikonversi dalam mata uang rupiah, tentunya harus sesuai dengan nilai tukar saat ini, dan ini tidak ada masalah. Jadi sama sekali tidak terkait dengan kurs rupiah untuk menghitung uang tebusan," kata Yoga.

Kompas TV Dirjen Pajak Terus "Blusukan" Ajak Ikut Amnesti
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Sebut Ekonomi Global Tahun Depan Akan Gelap, Benarkah Demikian?

Jokowi Sebut Ekonomi Global Tahun Depan Akan Gelap, Benarkah Demikian?

Whats New
Imbauan Kemenhub soal Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia: Ini Jadi Pengingat

Imbauan Kemenhub soal Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia: Ini Jadi Pengingat

Whats New
Hati-hati, Ada Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang

Hati-hati, Ada Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang

Whats New
Lowongan Kerja Honda Prospect Motor  untuk D3 hingga S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Honda Prospect Motor untuk D3 hingga S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Whats New
Dugaan Penggelapan Premi Wanaartha Life,  Bagaimana Nasib Cicilan Nasabah? Ini Kata Manajemen

Dugaan Penggelapan Premi Wanaartha Life, Bagaimana Nasib Cicilan Nasabah? Ini Kata Manajemen

Whats New
Mampukah IHSG Lanjutkan Tren Penguatan?

Mampukah IHSG Lanjutkan Tren Penguatan?

Whats New
[POPULER MONEY] Saat Jokowi, Erick Thohir, dan Ganjar Pranowo 'Tampil' di Solo Car Free Day | Indonesia Pelaris Kereta Cepat China

[POPULER MONEY] Saat Jokowi, Erick Thohir, dan Ganjar Pranowo "Tampil" di Solo Car Free Day | Indonesia Pelaris Kereta Cepat China

Whats New
Ini Tantangan Ekonomi Indonesia pada Semester II 2022

Ini Tantangan Ekonomi Indonesia pada Semester II 2022

Whats New
Pemerintah: PMK Ada, tetapi Bisa Dikendalikan dan Tidak Membahayakan Manusia

Pemerintah: PMK Ada, tetapi Bisa Dikendalikan dan Tidak Membahayakan Manusia

Whats New
Mengenal Apa Itu ETF dan Bedanya dengan Reksa Dana Biasa

Mengenal Apa Itu ETF dan Bedanya dengan Reksa Dana Biasa

Earn Smart
Cara Bayar Indihome lewat ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Bayar Indihome lewat ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Spend Smart
Rincian Biaya Admin BCA, BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri

Rincian Biaya Admin BCA, BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 40 Sudah Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Kartu Prakerja Gelombang 40 Sudah Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Whats New
Watsons 8.8 Shopathon Kembali Digelar, Cek Promonya

Watsons 8.8 Shopathon Kembali Digelar, Cek Promonya

Spend Smart
Limit Transfer BRI Berdasarkan Jenis Kartu ATM dan Transaksinya

Limit Transfer BRI Berdasarkan Jenis Kartu ATM dan Transaksinya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.