Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/11/2016, 19:11 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kelestarian lingkungan dan keseimbangan dalam pengelolaan kebun kelapa sawit merupakan faktor penting bagi perusahaan perkebunan sawit. Salah satu perusahaan perkebunan asal Riau Asian Agri menyadari pentingnya alam dan lingkungan perkebunan yang sehat dan produktif.

“Ranah bisnis Asian Agri tidak terlepas dari interaksi kami dengan alam. Di tanah inilah tertanam benih-benih sawit terbaik kami yang lalu tumbuh subur dan mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

Oleh sebab itu, kami harus terus berkomitmen untuk bertanggung jawab menjaga alam ini tetap berada pada kondisi terbaiknya,” ujar Freddy Widjaya, Direktur Asian Agri di Riau, Rabu (16/11/2016).

Menurutnya, berbagai usaha dilakukan Asian Agri untuk memastikan kegiatan operasional perusahaan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada. “Kami selalu menanamkan nilai-nilai pengelolaan yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan kepada setiap pekebun dan petani yang menjadi mitra kami.

Hal tersebut lah yang membuat kami tetap mampu menjaga alam ini berada pada kondisi yang optimal,” jelas Freddy.

Dalam hal praktik di kebun, Asian Agri juga menerapkan praktik-praktik pengelolaan yang ramah lingkungan, seperti menghindari penggunaan bahan kimia dalam pengendalian hama, menggunakan pupuk-pupuk organik, serta berkomitmen untuk tidak melakukan pembakaran dalam pembukaan lahan ataupun saat melakukan replanting (tanam ulang).

Dalam hal pengendalian hama pada tanaman sawit Asian Agri melakukan terobosan baru dengan menggunakan cara alami yaitu predator alam burung hantu.

"Sebagai predator alam, burung hantu adalah pemburu tikus paling andal. Dalam waktu satu malam, satu ekor burung hantu dapat memangsa empat ekor tikus," jelas Marpituah Saragih, Group Manager Kebun Buatan Asian Agri.

Dengan menggunakan burung hantu, Asian Agri menyediakan kandang burung hantu di kebun-kebun kelapa sawit. Selain penggunaan burung hantu untuk mengendalikan hama tikus, Asian Agri juga menggunakan jenis tanaman kembang sepatu untuk mengendalikan hama ulat.

Bunga kembang sepatu ditanam di antara pohon-pohon sawit untuk mengalihkan perhatian ulat yang sering menyerang daun sawit.

Sebagai informasi, Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta yang memproduksi minyak sawit mentah sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25.000 orang sejak tahun 1987.

Saat ini, perusahaan mengelola 100.000 hektar lahan dan bermitra dengan 29.000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com