BKPM Tak Berniat Merevisi Target Investasi Terkait "Trump Effect"

Kompas.com - 17/11/2016, 13:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, mengaku tak berniat untuk merevisi target investasi di akhir 2016 sebesar Rp 594,8 triliun akibat adanya "Trump Effect".

Menurutnya, "Trump Effect" yang terjadi di market Indonesia dampaknya tidak akan berlangsung lama dan tak langsung berpengaruh ke sektor riil.

"Setelah mempelajari potensi dampak dari terpilihnya Presiden Trump, kami tidak merevisi target investasi tahun ini, tahun depan atau tahun berikutnya," ujar Lembong di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Menurut mantan Menteri Perdagangan ini, sentimen apapun yang datang ke Indonesia tidak akan mempengaruhi ke target yang telah ditetapkan pihaknya.

"Hemat saya perkembangan itu tidak menjadikan satu alasan untuk kami tidak berkinerja. Apapun perkembangan di luar, tidak boleh menjadi alasan penurunan target investasi," tutur Lembong.

Lembong mengaku tetap optimistis target investasi hingga akhir 2016 tembus di angka Rp 549,8 triliun.

"Saya tetap optimis sampai saat ini tidak ada perubahan target investasi. Justru perubahan-perubahan seperti ini menjadi peluang, kita harus berfikir bagaimana menyesuaikan memanfaatkan perkembangan seperti ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BKPM mencatat realisasi investasi kuartal III 2016 mencapai 76,2 persen dari target investasi 2016 yang sebesar Rp 594,8 triliun atau mencapai Rp 453,4 triliun.

Dengan tercapainya 76,2 persen dari target, berarti realisasi investasi kuartal III 2016 ini tumbuh 13,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Ada tiga hal yang menjadi faktor peningkatan realisasi investasi BKPM. Pertama, keberhasilan program amnesti pajak yang memberikan gairah baru bagi para investor.

Kedua adalah komitmen pemerintah untuk menjaga belanja infrastruktur, meskipun ada pemotongan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Terakhir, semakin banyaknya pemerintah daerah yang membentuk pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). PTSP ini diharapkan memudahkan orang berinvestasi.

Kompas TV Cara Menggandakan Uang melalui Investasi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.