HMSP: Pemerintah Dengar Kondisi Ibu-ibu Pelinting Rokok..

Kompas.com - 18/11/2016, 12:50 WIB
Mantan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Paul Janelle (kiri) dan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT HM Sampoerna Tbk. di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar PT HM Sampoerna Tbk. menyetujui Mindaugas Trumpaitis secara resmi menggantikan Paul Janelle sebagai Presiden Direktur Sampoerna. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOMantan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Paul Janelle (kiri) dan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT HM Sampoerna Tbk. di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar PT HM Sampoerna Tbk. menyetujui Mindaugas Trumpaitis secara resmi menggantikan Paul Janelle sebagai Presiden Direktur Sampoerna.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau sebesar 10,54 persen yang akan berlaku 1 Januari 2017 diapresiasi oleh produsen rokok, salah satunya yaitu PT HM Sampoerna (HMSP).

Sebab, menurut mantan Presiden Direktur HMSP Paul Janelle, keputusan kenaikan tarif yang lebih rendah dibandingkan kenaikan tahun ini, menunjukkan bahwa pemerintah memperhatikan betul kondisi industri hasil tembakau.

Sebagaimana diketahui, tarif cukai hasil tembakau tahun ini sudah naik kisaran 15 persen. Kenaikan ini, diakui Janelle menjadi salah satu pukulan bagi industri hasil tembakau.

"Saya senang pemerintah mau mendengar tentang kondisi industri tahun ini yang sedang susah. Dan mereka mendengar kondisi ibu-ibu buruh pelinting di segmen SKT (sigaret kretek tangan)," kata Janelle di Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Janelle memperkirakan, industri hasil tembakau masih akan mengalami tekanan sehubungan dengan kenaikan tarif cukai rata-rata tertimbang 10 persen yang berlaku mulai 1 Januari 2017.

Beban ini diprediksikan mengakibatkan kinerja segment SKT terus turun. Pada kuartal III 2016, pangsa pasar HMSP di segmen ini mengalami penurunan 0,8 persen dari periode sama 2015, menjadi 6,6 persen.

Janelle mengingatkan, dengan kenaikan tarif cukai rata-rata tertimbang tahun ini sebesar 15 persen, harga rokok rata-rata industri terkerek 10,3 persen. Sedangkan harga rokok HMSP naik sedikit lebih tinggi dari angka tersebut.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai rencana kenaikan harga rokok tahun depan, Janelle menyampaikan pihaknya tidak akan memberikan bocoran.

"Saya tidak bisa menjawan itu, karena ada larangnya untuk mengatakan," ungkap Janelle.

Dia hanya menyampaikan, di tahun depan HMSP menyiapkan belanja modal sekitar Rp 1 triliun hanya untuk perawatan dan dukungan operasional.

Rencana belanja modal tahun depan itu sama dengan alokasi belanja modal tahun ini. Janelle juga enggan memberikan apakah HMSP akan melakukan ekspansi bisnis di tahun depan, seperti misalnya meningkatkan kapasitas pabrik.

Kompas TV Makanan dan Rokok, Sumber Inflasi Terbesar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X