Kompas.com - 21/11/2016, 15:45 WIB
|
EditorM Fajar Marta

Rosan menuturkan, guna menyelesaikan persoalan kinerja ekspor UMKM yang rendah, pihaknya telah menandatangai kerja sama dengan enam institusi asal Jepang.

Kerja sama itu dilakukan untuk mendukung strategi bisnis, mulai dari pembimbingan hingga pendanaan, antara UMKM yang terdaftar di dalam Kadin dan UMKM asal Jepang.

“Akan ada dua ahli dari Jepang yang akan ditempatkan di Kadin untuk memberikan pelatihan dan bimbingan untuk membuat UMKM Tanah Air lebih maju lagi. Sebaliknya, kami juga menempatkan dua orang di sana untuk memastikan bisnis matching ini berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dengan strategi tersebut, dari 26 ribu UMKM yang tercatat di Kadin diharapkan, pada 2020, akan ada 2.000 UMKM yang memiliki akses ke pasar Internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.