Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Tips Mengelola Keuangan Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana

Kompas.com - 23/11/2016, 09:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

Permasalahan keuangan yang utama dari masyarakat yang tinggal di perkotaan bukanlah pendapatan yang kecil. Tapi pengeluaran yang terlalu besar. Penghasilan yang besar sekalipun tidak menjamin pasti akan berkecukupan jika besar pasak daripada tiang, apalagi kalau pola hidupnya sangat konsumtif.

Untuk itu penghasilan yang diterima harus dikelola sedemikian rupa sehingga cukup untuk kebutuhan, bayar cicilan, persiapan masa depan dan juga amal kebaikan.

10 Persen Untuk Kebaikan
Berapapun gaji yang anda dapatkan, usahakanlah untuk bisa menyisihkan setidaknya 10 persen untuk berbuat kebaikan. Kebaikan tidak harus selalu dalam bentuk menyumbang ke tempat ibadah dan fakir miskin. Bisa juga dalam bentuk memberikan uang kepada orang tua atau berpartisipasi dalam program yang bermanfaat bagi masyarakat banyak seperti BPJS Kesehatan.

Dengan membayar iuran BPJS Kesehatan walaupun kita tidak menggunakannya, secara tidak langsung kita juga telah membantu masyarakat lain yang menggunakan BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

20 Persen Untuk Masa Depan
Mempersiapkan masa depan bisa sangat bervariasi, mulai dari melindungi diri dengan proteksi asuransi, mempersiapkan dana darurat, merencanakan liburan akhir tahun, mempersiapkan biaya pernikahan, Down Payment untuk rumah, biaya pendidikan anak, hingga untuk pensiun di masa tua nanti.

Saking banyaknya rencana masa depan yang harus disiapkan, terkadang membuat bingung, duitnya darimana… Untuk itu, bagi anda yang masih dalam tahap awal karir mulailah melatih disiplin diri dengan menyisihkan 20 persen dari penghasilan untuk masa depan.

Jika 20 persen penghasilan tidak cukup untuk semua hal yang diinginkan, fokuslah pada hal yang lebih prioritas seperti Asuransi Jiwa, DP Rumah / Apartement, Pendidikan Anak dan masa pensiun. Besaran alokasi dari gaji untuk investasi reksa dana bisa menggunakan porsi ini.

Apabila dirasakan pendapatan masih belum cukup, mengambil kursus, sekolah lanjutan, seminar, dan kegiatan yang bersifat pengembangan diri juga bisa menggunakan porsi 20 persen dari penghasilan. Hitung-hitung sebagai investasi agar penghasilan kita di masa depan bisa lebih meningkat.

30 Persen Untuk Cicilan
Dengan harga kendaraan dan properti yang semakin meningkat, memiliki hutang adalah sesuatu yang hampir tidak terhindarkan. Berhutang sebenarnya tidak menjadi masalah sepanjang digunakan untuk tujuan yang produktif seperti kendaraan untuk transportasi dan tempat tinggal. Selain itu besarannya tidak melebihi 30% dari penghasilan

Angka 30 persen tersebut biasanya juga menjadi acuan pemberian kredit di bank. Jika angka cicilan melebihi rasio tersebut, kemungkinan besar pengajuan kredit anda bisa ditolak.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.