Muliaman: 5 Tahun OJK, Ini Dua Tantangan Terberat yang Dilalui

Kompas.com - 24/11/2016, 18:17 WIB
EditorM Fajar Marta

Namun, kondisi banjir likuiditas tersebut tidak bertahan lama. Saat perekonomian AS dirasa sudah membaik, The Fed menarik kembali likuiditas dollar AS di seluruh dunia dengan menaikkan suku bunga.

Dampak ini masih terasa hingga kini, tercermin dari pertumbuhan ekonomi global yang menurun. Ditambah ketidakpastian pasca pilpres AS, kondisi keuangan global pun kian menghadapi tantangan berat.

Di dalam negeri, penyaluran kredit  per September 2016 hanya tumbuh sekitar 8 persen.

Kendati demikian, Muliaman menegaskan bahwa secara umum, kondisi perbankan Indonesia masih kokoh. Hal itu tercermin dari bantalan modal dan bantalan likuiditas perbankan yang terbilang kuat.

Kondisi perbankan juga cukup solid. Pada akhir triwulan III 2016, ketahanan permodalan masih memadai dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 22,3 persen, jauh di atas ketentuan minimum 8 persen.

Likuiditas perbankan juga memadai, tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada pada level 20,2 persen.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.