Intensitas Hujan Tinggi, Petani di Bantul Majukan Waktu Tanam Padi

Kompas.com - 26/11/2016, 16:02 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BANTUL, KOMPAS.com - Petani di Kabupaten Bantul majukan musim tanam Padi. Sebab, tanaman Padi dinilai lebih tahan terhadap genangan air terlebih di saat intensitas hujan yang begitu tinggi akhir-akhir ini.

"Kita gerakkan para penyuluh untuk memajukan musim tanam Padi," ujar Pulung Haryadi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul saat dihubungi, Jumat (25/11/2016).

Pulung menuturkan, dalam kondisi hujan dengan intensitas cukup tinggi seperti saat ini menyebabkan air di lahan pertanian melimpah. Sehingga tanaman yang cocok adalah padi.

"Padi itu termasuk tanaman suka air. Selama tidak terendam sampai di ujungnya, masih oke, musim tanam Padi kita ajukan satu bulan, jadi September," ucapnya.

Dengan dimanjukannya lanjutnya luas lahan padi di kabupaten Bantul menjadi lebih banyak. Imbasnya ada pengurangan di tanaman palawija.

"Luas lahan padi meningkat dari 700 Hektar, kemarin terakhir sudah hampir 2.000 an Hektar. Dampaknya Tentu ada pengurangan di Palawijanya seperti kacang dan kedelai," bebernya.

Sampai saat ini dilaporkan tidak ada lahan pertanian di Bantul yang sampai terendam air akibat hujan, karena sebelumnya telah dilakukan perbaikan drainase oleh masing-masing petani.

"Kemarin teman-teman petani sudah memperbaiki dan memperdalam drainase. Jadi saya rasa sudah tidak ada lagi yang sampai terendam," urainya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, Sasongko menganjurkan para petani yang memiliki lahan rentan terendam air agar menanam verietas Padi Inpari 30.

"Ditanami Padi tidak masalah, sepanjang air terus mengalir dan tidak menggenang. Gunakan verietas Padi Inpari 30 karena lebih tahan terhadap banjir," pungkasnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X