Tekan Pemanasan Global, Negara Maju Salurkan Bantuan Rp 1.300 Triliun

Kompas.com - 29/11/2016, 18:15 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com- Negara-negara maju berkomitmen membantu negara-negara berkembang dengan pendanaan sebesar 100 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 1.300 triliun (asumsi rupiah Rp 13.000 per dollar AS) per tahun sebelum 2020. 

Komitmen ini akan dinaikkan terus porsinya, untuk menjaga tingkat pemanasan global dibawah 2 derajat celcius dan diusahakan semaksimal mungkin dibawah 1,5 derajat celcius.

Efek pemanasan global diatas 2 derajat celcius bagi Indonesia sendiri adalah diperkirakan sedikitnya 2.000 lebih pulau di wilayah Indonesia tenggelam dan 42 juta penduduk harus mengungsi dari wilayah pesisir.

Prediksi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini dapat terjadi paling lambat tahun 2050 apabila dunia tidak membatasi emisi karbon dari penggunaan energi fosil.

Oleh sebab itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Energi Baru Terbarukan dan Lingkungan Hidup Halim Kalla menghimbau negara-negara maju untuk memberikan bantuan hibah dan teknis kepada Indonesia sebagai negara berkembang dalam membangun proyek-proyek energi terbarukan.

Juga, untuk menjaga kelestarian lingkungan baik di dalam kawasan hutan dan pesisir.

Bantuan tersebut dinilai sangat penting, karena dampak dari penggunaan energi fosil dan kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh semua penduduk dunia tanpa pandang bulu.

Hal itu disampaikan Halim Kalla di Jakarta, Selasa (29/11/2016). Menurut dia, masa depan dunia akan sangat bergantung pada kemampuan semua negara berkolaborasi dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan. 

"Juga pada penguatan institusi lokal dan perluasan akses dana-dana publik untuk membiayai proyek-proyek energi terbarukan dan restorasi lingkungan di berbagai belahan dunia terutama di negara-negara berkembang," terang dia.

Terkait hal itu, pihaknya mengaku telah melakukan penandatanganan kerjasama antara Kadin Indonesia dengan EuroChamber, melalui kerja sama diantara perusahaan dari Indonesia dengan Eropa.

Halim melanjutkan, kerja sama ini memberikan bentuk konkret kepedulian masyarakat dan pemerintah negara maju dalam mencari solusi perubahan iklim, pengentasan kemiskinan, dan pemenuhan energi bagi seluruh lapisan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia.

"Kami harapkan energi terbarukan di tanah air semakin berkembang," terang Halim.

Seperti diketahui, Komitmen Indonesia dalam COP 21 di Paris adalah membangun hutan sosial sebesar 12,7 juta hektar. 

Hutan sosial ini akan menjadi pondasi pelestarian lingkungan dan usaha mensejahterakan penduduk miskin di desa-desa serta mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen hingga 40 persen sebelum 2030.

Kompas TV Konsumsi Minyak Dunia Diperkirakan Akan Tumbuh
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Whats New
Nasib 6 Juta Pekerja Tembakau, Bertahan dari Isu Kesehatan hingga Lingkungan

Nasib 6 Juta Pekerja Tembakau, Bertahan dari Isu Kesehatan hingga Lingkungan

Whats New
Didominasi Generasi Muda, Investor Pasar Modal Indonesia Mencapai 9 Juta

Didominasi Generasi Muda, Investor Pasar Modal Indonesia Mencapai 9 Juta

Whats New
Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Whats New
Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Whats New
Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Whats New
Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Whats New
Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Whats New
Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Work Smart
3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

Whats New
Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Whats New
Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Rilis
Rincian Biaya Admin BRI Tabungan BritAma hingga Simpedes

Rincian Biaya Admin BRI Tabungan BritAma hingga Simpedes

Spend Smart
Perkuat Sistem Perpajakan, Indonesia Dapat Pinjaman Rp 11 Triliun dari Bank Dunia

Perkuat Sistem Perpajakan, Indonesia Dapat Pinjaman Rp 11 Triliun dari Bank Dunia

Whats New
Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.