Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI: Peningkatan Inflasi November 2016 Sejalan Pola Jelang Akhir Tahun

Kompas.com - 01/12/2016, 20:23 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan November 2016 mencatat inflasi sebesar 0,47 persen secara bulanan (mtm).

Bank Indonesia (BI) memandang, peningkatan inflasi IHK bulan ini sesuai dengan pola historis menjelang akhir tahun.

"Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara kumulatif (Januari - November) dan tahunan masing-masing mencapai 2,59 persen dan 3,58 persen," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam pernyataan resmi, Kamis (1/12/2016).

Tirta menjelaskan, inflasi pada bulan November terutama bersumber dari inflasi komponen volatile food (VF). Inflasi komponen VF tercatat sebesar 1,84 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 9,14 persen (yoy).

Inflasi VF tersebut terutama bersumber dari kenaikan harga cabai merah, bawang merah dan cabai rawit yang antara lain dipengaruhi terbatasnya pasokan di sentra produksi cabai di Sumatera.

Sementara itu, inflasi komponen inti sedikit meningkat sebesar 0,15 persen (mtm) atau 3,07 persen (yoy), sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Kelompok administered prices (AP) tercatat mengalami inflasi yang lebih rendah dari bulan sebelumnya yaitu 0,13 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 0,09 persen (yoy).

Inflasi AP bersumber dari kenaikan harga rokok kretek filter, bensin dan rokok kretek. "Ke depan, inflasi diperkirakan tetap terkendali dan pada akhir tahun diperkirakan sekitar 3 sampai 3,2 persen atau berada di batas bawah kisaran sasaran inflasi 2016, yaitu 4 plus minus 1 persen," ungkap Tirta.

Tirta menyatakan, koordinasi kebijakan pemerintah dan BI dalam mengendalikan inflasi akan terus dilakukan, dengan fokus pada upaya menjamin pasokan dan distribusi, khususnya berbagai bahan kebutuhan pokok seiring peningkatan permintaan menjelang akhir tahun, serta menjaga ekspektasi inflasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com