4 Cara Membangun Reputasi Kredit agar Data di "BI Checking" Aman

Kompas.com - 03/12/2016, 12:00 WIB
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda yang telah memiliki kartu kredit ataupun berencana memiliki kartu kredit, ingatlah satu hal ini: Anda harus membangun reputasi kredit. Sebab lancar atau tidak pembayaran tagihan Anda, akan tercatat di sistem bernama BI Checking.

Ini adalah sistem pencatatan pembayaran yang dibuat oleh Bank Indonesia untuk membantu bank mengetahui profil nasabah calon pencari kredit.

Di BI Checking, akan tercatat apakah Anda akan menunggak kredit dalam waktu lama, sedang memiliki kredit, atau memiliki pembayaran tagihan yang lancar.

Jangan sampai reputasi Anda akan tercatat dengan tinta merah gara-gara Anda menunggak tagihan kartu kredit sehingga Anda sulit mendapatkan fasilitas kredit berikutnya dari bank.

Lantas bagaimana caranya untuk membangun reputasi kredit di BI Checking? Ini caranya:

Gunakanlah kartu kredit

Kartu kredit berfungsi sebagai pengganti uang tunai dan sebagai alat pembayaran untuk memudahkan transaksi. Jika Anda tidak pernah menggunakan kartu kredit, tentu tidak ada data yang terekam dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia tentang transaksi Anda.

Coba gunakanlah kartu kredit untuk pembayaran barang atau jasa bernominal besar seperti membayar tiket pesawat dan hotel, membeli elektronik, dan sejenisnya.

Setelah itu lunasi langsung tagihan tersebut sebelum jatuh tempo sehingga data historis transaksi Anda akan terekam dalam SID Bank Indonesia, dan reputasi kredit Anda juga perlahan-lahan mulai terbentuk.

Jangan menunggak tagihan

Dalam menilai kualitas kredit nasabah, bank akan melihat sejarah kolektabilitas kredit nasabah. Status kolektabilitas kredit nasabah terbagi menjadi lima, yaitu: Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet.

Nasabah yang selalu membayar tagihan kartu kredit dan bunganya secara disiplin mendapatkan skor tertinggi yaitu 1 atau Lancar. Semakin lama nasabah menunggak (umumnya di atas 360 hari), semakin rendah skor kolektabilitasnya (mendekati 5 atau macet).

Khusus untuk pengguna kartu kredit, upayakan membayar tagihan sebesar minimal 10 persen dari total tagihan bulanan yang sudah ditetapkan.

Namun kalau Anda bisa membayar lunas tagihan tersebut tentu akan jauh lebih baik, karena setiap keterlambatan akan dikenakan bunga yang cukup tinggi. Begitu pula dengan angsuran pinjaman, selalu upayakan untuk membayar tepat waktu.

Ambil jeda ketika kredit ditolak

Ketika Anda beberapa kali ditolak saat mengajukan kartu kredit atau berbagai pinjaman, berhentilah beberapa bulan, sebelum mengajukan lagi.

Ibarat sedang ujian, Anda berkali-kali mengikuti tes yang serupa tanpa meningkatkan kemampuanmu. Walhasil, mengikuti tes berkali-kali mungkin tidak membantu, karena yang Anda perlukan adalah belajar kembali.

Sama halnya pada saat mengajukan kredit, Anda perlu melihat kembali apa yang salah. Mungkin Anda mengajukan kredit melebihi batas baki kredit 30 persen dari pendapatan, atau kamu memiliki masih cicilan yang lain.

Selama waktu jeda tersebut, fokuslah melunasi utang-utang yang ada sebelum mengambil utang yang baru. Lalu, ajukanlah permohonan pada kartu kredit berlimit rendah terlebih dahulu.

Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan skor, dan memberikan indikasi positif kepada bank bahwa kamu adalah debitur yang dapat dipercaya.

Lapor Jika Ada Ketidaksesuaian Tagihan

Sering terjadi, bank menyatakan nasabah terlambat membayar tagihan kartu kreditnya sehingga ia dikenakan biaya bunga. Padahal faktanya, pembayaran tagihan tepat waktu, namun pencatatan di bank yang tidak sesuai.

Jika Anda membayar tagihan pada hari akhir dalam waktu yang telah ditentukan namun sistem baru mencatatnya pada hari berikutnya, laporlah pada bank atas kesalahan sistem tersebut. Biasanya kesalahan sistem ini terjadi jika Anda membayar pada akhir pekan.

Mungkin jumlah tagihannya tidak seberapa, namun informasi keterlambatan membayar tersebut akan tercatat di SID. Sebagai nasabah, Anda berhak meminta penjalasan atas informasi yang tidak sesuai. Apabila bank menolak memberi penjelasan dan memproses permintaan Anda, Anda bisa menyampaikan aspirasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di 1500655.

Jadi jika Anda baru saja memiliki kartu kredit atau pinjaman lainnya, pastikan Anda menjadi debitur yang baik buat bank. Bangunlah reputasi kredit Anda agar Anda bisa meraih fasilitas pinjaman dari bank untuk berbagai kebutuhan Anda. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rupiah Masih Tertekan, Dollar AS Kembali Tembus Rp 14.800

Rupiah Masih Tertekan, Dollar AS Kembali Tembus Rp 14.800

Whats New
Simak Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Tanpa ke Kantor BPN

Simak Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Tanpa ke Kantor BPN

Whats New
APJII Dorong Program Pemerataan Layanan Telekomunikasi Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia

APJII Dorong Program Pemerataan Layanan Telekomunikasi Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia

Whats New
Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

Whats New
Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

Whats New
Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

Whats New
Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

Whats New
IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

Whats New
BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Whats New
Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Work Smart
Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

BrandzView
Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.