Dipanasi Lagi, Dana “Tax Amnesty” Kini Dekati Rp 4.000 Triliun

Kompas.com - 05/12/2016, 20:26 WIB
Petugas melayani warga yang mengikuti program pengampunan pajak (Tax Amnesty) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 30/9/2016. Banyaknya warga yang antre sejak pagi karena hari ini merupakan hari terakhir periode I program tax amnesty. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas melayani warga yang mengikuti program pengampunan pajak (Tax Amnesty) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 30/9/2016. Banyaknya warga yang antre sejak pagi karena hari ini merupakan hari terakhir periode I program tax amnesty.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Program pengampunan pajak atau tax amnesty sudah memasuki bulan akhir periode kedua. Dari sisi pencapaian, total harta yang dilaporkan kepada negara terus merangkak naik meski tidak signifikan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak pada Senin (5/12/2016), harta yang dilaporkan sudah mencapai Rp 3.976 triliun.

Mayoritas komposisinya masih disumbang dari deklarasi harta di dalam negeri sebesar Rp 2.846 triliun. Sisanya, yakni Rp 986 triliun, merupakan deklarasi harta di luar negeri, dan Rp 143 triliun merupakan harta di luar negeri yang akan dibawa pulang ke Indonesia atau repatriasi.

Adapun total uang tebusan Rp 95,3 triliun. Dari komposisi uang tebusan, wajib pajak orang pribadi non-usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat dominan, yakni sebesar Rp 80,6 triliun.

Sisanya adalah wajib pajak badan non-UMKM Rp 10,5 triliun, wajib pajak orang pribadi UMKM Rp 3,87 triliun, dan wajib pajak badan UMKM Rp 247 miliar.

Merangkak naiknya pelaporan harta ini tidak terlepas dari upaya pemerintah memanaskan lagi mesin tax amnesty yang sempat dingin usai penutupan periode pertama 31 September 2016 lalu.

Selain itu, menghangatnya kondisi politik menjelang pilkada juga membuat isu tax amnesty tenggelam. Ditjen Pajak sudah mulai memanaskan lagi tax amnesty dengan melakukan sosialisasi ke pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta.

Tercatat, Pacific Place, Pasar Tanah Abang, ITC Mangga Dua, Kalibata Square, hingga Pasar Kramatjati didatangi untuk menggemakan kembali tax amnesty.

Tidak hanya itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyasar wajib pajak berdasarkan profesi. Misalnya, wajib pajak yang bekerja di sektor pertambangan, dokter, pengacara, notaris, hingga kurator dikumpulkan untuk ikut tax amnesty.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengakui, sejumlah pekerjaan sempat tertunda karena harus melakukan konsolidasi politik pasca-aksi unjuk rasa 4 November.

Salah satu pekerjaan itu adalah kembali menyosialisasikan program tax amnesty untuk priode kedua November lalu.

"Sebetulnya pada pertengahan November, saya sudah akan memulai lagi untuk sosialisasi pada babak periode kedua," kata Jokowi saat memberikan keynote speech pada acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Setelah konsolidasi politik, Presiden pun turun lagi. Hari ini, Presiden berserta Menteri Keuangan ke Balikpapan untuk memanaskan lagi "mesin" tax amnesty yang mendingin.

Diperkirakan, ada 3.000 wajib pajak yang ikut sosialisi tax amnesty tersebut.

Kompas TV Dirjen Pajak Terus "Blusukan" Ajak Ikut Amnesti

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.