"Peer-to-Peer Lending" oleh Fintech Akan Diatur oleh OJK

Kompas.com - 08/12/2016, 14:03 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) di Indonesia kini sangat cepat.

Salah satu layanan yang diberikan oleh perusahaan fintech tersebut adalah peer-to-peer lending, yakni adalah kegiatan meminjamkan uang kepada individu yang tidak melalui perantara keuangan tradisional seperti bank atau lembaga keuangan tradisional lainnya.

Beragam perusahaan fintech penyedia peer-to-peer lending tersebut menjadi jembatan antara pemilik modal atau investor dengan masyarakat yang membutuhkan pembiayaan.

Namun, perusahaan fintech tersebut tetap melakukan verifikasi identitas sebelum "mempertemukan" kedua pihak.

Deputi Komisioner Pengawasan Terintegrasi OJK Agus Siregar menyatakan OJK bakal menerbitkan aturan mengenai peer-to-peer lending yang disediakan oleh fintech. Hal ini sebagai respon atas berkembangnya fintech yang menawarkan skema pinjaman tersebut.

"OJK sedang mempersiapkan aturan peer-to-peer lending. Kami akan atur fintech yang menjadi jembatan investor dengan orang yang membutuhkan pembiayaan," kata Agus dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Agus menjelaskan, aturan yang dibuat oleh regulator tersebut bukan merupakan aturan yang memberatkan.

Aturan mengenai peer-to-peer lending tersebut lebih ditujukan kepada aspek perlindungan konsumen. "Ini hanya aturan ringan unruk memastikan aspek perlindungan konsumen," jelas Agus.

Peer-to-peer lending pada dasarnya adalah kegiatan meminjam dana antar individu yang tidak berhubungan, tanpa melalui perantara keuangan tradisional seperti bank atau lembaga keuangan tradisional lainnya.

Di Indonesia terdapat beberapa perusahaan fintech yang menyediakan layanan peer to peer lending antara lain, seperti misalnya Investree dan Modalku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Pengusaha Bangun Hobi Jadi Sumber Cuan

3 Strategi Pengusaha Bangun Hobi Jadi Sumber Cuan

Whats New
Kemendag Terapkan Kebijakan DMO dan DPO Minyak Goreng

Kemendag Terapkan Kebijakan DMO dan DPO Minyak Goreng

Whats New
Ditarget Capai Realisasi Investasi Rp 1.200 Triliun, Ini 3 Strategi Menteri Bahlil

Ditarget Capai Realisasi Investasi Rp 1.200 Triliun, Ini 3 Strategi Menteri Bahlil

Whats New
'Sesuai Arahan Bapak Presiden, Tidak Ada Warung Kopi di Dunia Tanpa Kopi Indonesia...'

"Sesuai Arahan Bapak Presiden, Tidak Ada Warung Kopi di Dunia Tanpa Kopi Indonesia..."

Whats New
171 Perusahaan Sudah Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

171 Perusahaan Sudah Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

Whats New
XL Axiata Caplok Saham Link Net Senilai Rp 8,72 T, Bos Grup Lippo: Sejalan dengan Rencana Bisnis

XL Axiata Caplok Saham Link Net Senilai Rp 8,72 T, Bos Grup Lippo: Sejalan dengan Rencana Bisnis

Rilis
Grab Bagikan 5 Tips Aman Menggunakan Taksi Online

Grab Bagikan 5 Tips Aman Menggunakan Taksi Online

Whats New
IMF Kritik Burden Sharing Kemenkeu-BI, Ini Respons Sri Mulyani

IMF Kritik Burden Sharing Kemenkeu-BI, Ini Respons Sri Mulyani

Whats New
Tol Serpong Ruas Jalan Pamulang-Cinere Segera Uji Laik Fungsi

Tol Serpong Ruas Jalan Pamulang-Cinere Segera Uji Laik Fungsi

Whats New
Harga Aset Kripto Bitcoin Dkk Terus Turun, Apakah Masuk Fase 'Crypto Winter' Seperti 2018?

Harga Aset Kripto Bitcoin Dkk Terus Turun, Apakah Masuk Fase "Crypto Winter" Seperti 2018?

Earn Smart
Ini 4 Dokumen yang Dibebaskan dari Bea Materai Rp 10.000

Ini 4 Dokumen yang Dibebaskan dari Bea Materai Rp 10.000

Spend Smart
Empat Kawasan Industri di Jatim dan PGN Kerja Sama Pemanfaatan Gas Bumi

Empat Kawasan Industri di Jatim dan PGN Kerja Sama Pemanfaatan Gas Bumi

Rilis
Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2022

Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2022

Earn Smart
Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Whats New
Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.