PLN Operasikan 8 Pembangkit Listrik dengan Total Kapasitas 500 MW

Kompas.com - 13/12/2016, 07:45 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik, Jawa Timur. HamzahPembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik, Jawa Timur.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) telah mengoperasikan delapan pembangkit listrik tenaga gas atau mobile plant (PLTG/MPP) dengan total daya 500 Megawatt (MW). Delapan pembangkit listrik ini menjadi bagian dari program 35.000 MW.

Dari delapan MPP yang dibangun, sebanyak tujuh pembangkit diantaranya mulai beroperasi berturut-turut sejak Juli 2016 hingga November 2016. Dan satu pembangkit beroperasi pada Desember 2016 ini.

Delapan pembangkit yang sudah beroperasi adalah MPP Jeranjang–Lombok (2x25 MW) mulai operasi sejak 27 Juli 2016, MPP Air Anyir–Bangka (2x25 MW) beroperasi per 13 September 2016.

Kemudian MPP Tarahan–Lampung (4x25 MW) operasi pada 29 September 2016, MPP Nias (1x25 MW) mulai operasi pada 31 Oktober 2016, MPP Pontianak (4x25 MW) beroperasi per 8 November 2016.

Selanjutnya, MPP Balai Pungut–Riau (3x25 MW) operasi pada 13 Nopember 2016, MPP Suge–Belitung (1x25 MW) operasi sejak 22 Nopember 2016.

Dan terakhir Paya Pasir Medan 3x25 MW yang baru masuk ke sistem kelistrikan Medan unit 1 9 Desember 2016, unit 2 13 Desember 2016, dan terakhir unit 3 16 Desember 2016.

Pembangunan PLTG MPP ini dilakukan oleh anak Perusahaan PLN yakni Bright PLN Batam. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam melaksanakan pembangunan proyek yang bernilai sekitar Rp 8 triliun ini, Bright PLN Batam menggandeng PT GE Operation Indonesia sebagai Main Contractor dan PT Pembangunan Perumahan, Tbk sebagai Sub Contractor untuk proses kontruksinya.

Pembangunan proyek ini dapat selesai rata-rata selama enam bulan sejak serah terima lahan dari PLN kepada PLN Batam. 

"Ini merupakan bukti komitmen PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik dan keandalan sistem," jelas Direktur Bisnis Regional Sumatera, Amir Rosidin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/12/2016).

Pemilihan lokasi-lokasi MPP tersebut didasarkan pada kondisi yang masih kekurangan pasokan listrik dan juga membutuhkan tambahan pasokan listrik dikarenakan tingginya pertumbuhan listrik di daerah tersebut. Sehingga Mobile Power Plant dipilih untuk menjadi solusi cepat dan tepat.

"Teknologi pembangkit yang canggih, jangka waktu pembangunan yang cepat, pengoperasiannya yang ramah lingkungan, dan dapat dipindahkan ke lokasi manapun, merupakan kelebihan-kelebihan PLTG MPP 500 MW, sehingga pembangunan PLTG MPP ini merupakan pilihan tepat untuk mengatasi defisit daya dalam waktu singkat," lanjut Amir.

Bersamaan dengan itu, PLN membangun pembangkit-pembangkit baru yang sifatnya fixed seperti PLTU sehingga nantinya apabila daerah tersebut sudah tercukupi pasokannya dan ada daerah lain yang membutuhkan maka pembangkit mobile ini dapat dengan mudah dipindahkan ke lokasi atau daerah yang masih sangat membutuhkan tambahan pasokan listrik.

"Kami berharap kehadiran pembangkit listrik di delapan lokasi tersebut membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat," tutup Amir.

Kompas TV Menko Maritim Evaluasi Proyek Listrik 35.000 MW



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.