Kompas.com - 13/12/2016, 15:08 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Maryono, usai menghadiri Annual Report Award 2015 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Kompas.com/ Iwan SupriyatnaDirektur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Maryono, usai menghadiri Annual Report Award 2015 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperingati 40 tahun kiprah perseroan dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR).

Hingga kini, BTN telah menyalurkan KPR untuk pembelian sekitar 3,77 juta unit rumah.

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, program KPR merupakan prakarsa pemerintah dan dimulai sejak 10 Desember 1976 silam.

Maryono menjelaskan, KPR dicetuskan atas latar belakang kebutuhan akan perumahan yang kian besar dan mendesak.

"Dalam perkembangannya, KPR ini tidak hanya dimiliki oleh BTN tapi bank-bank lain juga," kata Maryono di Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Oleh sebab itu, imbuh Maryono, penunjukkan BTN sebagai bank pertama yang menyalurkan KPR menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Pasalnya, KPR pun kini juga menjadi andalan bagi bank-bank lainnya.

Maryono mengungkapkan, hingga kini KPR menjadi penopang bisnis BTN. Sekira 85 persen pendapatan BTN berasal dari KPR.

"85 persen pendapatan berasal dari KPR. Maka otomatis BTN berkembang baik," tutur Maryono.

Menurut dia, secara keseluruhan, pangsa pasar BTN dalam industri pembiayaan perumahan mencapai 32 persen saat ini. Adapun pangsa pasar BTN dalam sektor KPR subsidi mencapai 97 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Tujuan dari Koperasi?

Apa Tujuan dari Koperasi?

Whats New
Lampaui Target, Pertamina Geothermal Energy Produksi 4.618 GWh Listrik

Lampaui Target, Pertamina Geothermal Energy Produksi 4.618 GWh Listrik

Whats New
Simak Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Mulai Investasi Kripto

Simak Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Mulai Investasi Kripto

Earn Smart
Hari Ketiga Larangan Mudik, Kemenhub: Ada 14.751 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik

Hari Ketiga Larangan Mudik, Kemenhub: Ada 14.751 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik

Whats New
51 Persen Saham Freeport di MIND ID Bakal Dijual Melalui IPO?

51 Persen Saham Freeport di MIND ID Bakal Dijual Melalui IPO?

Whats New
[POPULER MONEY] THR PNS, Janji Sri Mulyani dan Tudingan Tak Bersyukur | Harga Dogecoin Anjlok 30 Persen

[POPULER MONEY] THR PNS, Janji Sri Mulyani dan Tudingan Tak Bersyukur | Harga Dogecoin Anjlok 30 Persen

Whats New
Larangan Mudik, Menhub: Transportasi Penumpang Turun Signifikan, Angkutan Barang Stabil

Larangan Mudik, Menhub: Transportasi Penumpang Turun Signifikan, Angkutan Barang Stabil

Whats New
Bayar Zakat Fitrah Secara Online, Ini 3 Platform yang Bisa Digunakan

Bayar Zakat Fitrah Secara Online, Ini 3 Platform yang Bisa Digunakan

Whats New
Mudik Dilarang, Sehari 14.751 Orang Bepergian Naik Pesawat Hingga Bus

Mudik Dilarang, Sehari 14.751 Orang Bepergian Naik Pesawat Hingga Bus

Whats New
Sekjen Kemnaker: Segera Laporkan Pelanggaran THR ke Posko Terdekat

Sekjen Kemnaker: Segera Laporkan Pelanggaran THR ke Posko Terdekat

Whats New
Mudik Dilarang, Trafik Truk dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen

Mudik Dilarang, Trafik Truk dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tip Sederhana Taklukan Beasiswa S2 LPDP | Kuliah di Luar Negeri, Manfaatnya Apa Sih?

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tip Sederhana Taklukan Beasiswa S2 LPDP | Kuliah di Luar Negeri, Manfaatnya Apa Sih?

Rilis
Bukan Bipang, Erick Thohir Promosikan Nasi Goreng Babat Pak Sumarsono

Bukan Bipang, Erick Thohir Promosikan Nasi Goreng Babat Pak Sumarsono

Whats New
Nunggak Cicilan, Bolehkah Kendaraan Ditarik Paksa Debt Collector?

Nunggak Cicilan, Bolehkah Kendaraan Ditarik Paksa Debt Collector?

Whats New
Mau Beli Dogecoin? Pertimbangkan 3 Hal Ini

Mau Beli Dogecoin? Pertimbangkan 3 Hal Ini

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X