Kompas.com - 14/12/2016, 15:04 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Maryono, usai menghadiri Annual Report Award 2015 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Kompas.com/ Iwan SupriyatnaDirektur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Maryono, usai menghadiri Annual Report Award 2015 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berusaha untuk memenuhi kekurangan jumlah kebutuhan perumahan alias backlog di Indonesia yang saat ini mencapai 13,5 juta unit rumah.

Setiap tahun, kebutuhan rumah di Indonesia mencapai sekira 400.000 unit. Direktur Utama BTN Maryono menuturkan, pemerintah pun terus mendukung pengembangan sektor properti, khususnya program sejuta rumah.

Menurut dia, program tersebut diyakini bisa mengurangi backlog perumahan yang terjadi saat ini.

“Setiap tahun kebutuhan yang harus dipenuhi kurang lebih 400.000 unit. Ini kebutuhan yang harus dipenuhi, meski tidak bisa dalam tempo 4 sampai 5 tahun, tapi kita harus kurangi backlog ini,” kata Maryono di Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Menurut dia, pemerintah dan regulator terus memberikan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan perumaha di Tanah Air.

Pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pun sudah memberi kemudahan, antara lain dari sisi perizinan melalui paket kebijakan.

Kemudian dari BI, ada kemudahan LTV (loan to value), kredit inden, dan sebagainya,” jelas Maryono.

Dari sisi BTN , perseroan terus memberi kemudahan untuk mengembangkan perumahan. Salah satu langkah yang ditempuh BTN adalah rencana peluncuran kredit pemilikan rumah (KPR) mikro pada tahun 2017 mendatang.

Langkah tersebut diambil BTN guna mengurangi backlog rumah di Indonesia yang masih lebar. Untuk mendukung rencana tersebut, BTN menggandeng Perum Perumnas yang akan menyediakan lokasi perumahan, sementara BTN menyediakan pembiayaannya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X