Ini Strategi Pertamina Hadapi Pelemahan Harga Migas Dunia

Kompas.com - 14/12/2016, 17:53 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah strategi investasi dan pembiayaan di tengah turunnya harga migas dunia untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri.

Direktur Keuangan Pertamina, Arif Budiman mengatakan, beberapa upaya yang dilakukan perseroan di antaranya, melakukan efisiensi, menurunkan beban pinjaman dan memperluas basis investor.

"Fokus utama adalah efisiensi yang mendorong pertumbuhan laba bersih kita, naik cukup tajam sekitar 100 persen dari tahun sebelumnya. Hingga kuartal ke III tahun ini Pertamina telah melakukan efisiensi 1,6 miliar dollar," kata Arif dalam keterangan resminya, Rabu (14/12/2016).

Selain itu, Pertamina juga berhasil menurunkan posisi utang dari 17,4 miliar dollar menjadi 11,6 miliar dollar dengan cara refinancing melalui pinjaman baru yang memiliki bunga lebih rendah.

Tahun 2017, Pertamina juga menyiapkan belanja modal sebesar 3 miliar dollar yang rencananya akan didanai dari project financing, ECA (Export Credit Financing), reserve base lending untuk aset di luar negeri dan equity light instrument yang sudah ditawarkan ke investor yang ingin repatriasi.

"Terlepas dari sumber-sumber pembiayaan yang lebih tradisional seperti obligasi dan pinjaman korporasi, Pertamina saat sedang mengkaji bentuk pendanaan lain diluar pinjaman bank dan obligasi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Goro Ekanto mengatakan, untuk mendukung peningkatan investasi di industri hulu migas, Pemerintah akan memberikan insentif fiskal.

Di antaranya keringanan pajak baik itu pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPn) maupun pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Untuk tahap eksplorasi, kementerian juga akan memberikan sejumlah insentif," ujarnya.

Managing Director, Head of Corporate and Investment Banking Citibank Indonesia, Gioshia Ralie memaparkan, pada semester I 2016 capaian investasi hulu migas hanya 5,65 miliar dollar AS, turun 27 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 7,74 miliar dollar.

Energi baru terbarukan mencapai 0,87 miliar dollar, terdiri dari 0,56 miliar dollar di sektor panas bumi, 0,018 miliar dollar di sektor aneka EBT, dan 0,289 miliar dollar di sektor bioenergi.

Menurutnya sektor energi menjadi faktor penting pendorong pertumbuhan ekonomi karena itu perlu dikembangkan. Upaya peningkatan investasi di bidang migas hendaknya menjadi titik sentral dalam menjaga keberlanjutan produksi migas untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan tingkat pengembalian investor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.