Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suku Bunga The Fed Naik, Harga Minyak Tergelincir

Kompas.com - 15/12/2016, 09:45 WIB
Estu Suryowati

Penulis

Sumber Reuters

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah turun lebih dari tiga persen pada Rabu (14/12/2016) setelah Federal Reserve Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate), dan terbitnya laporan peningkatan persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan terbesar AS yang memicu kekhawatiran berlebihnya pasokan.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 1,82 dollar AS (3,27 persen) di level 53,9 dollar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS turun 1,94 dollar AS (3,66 persen) di posisi 51,04 dollar AS per barel.

Harga minyak mentah jatuh ke posisi terendah dalam sesi perdagangan setelah Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin, dan mengisyaratkan kenaikan lebih cepat lagi di 2017.

Penguatan dollar AS membuat membuat minyak lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya.

Sebelumnya, Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan, persediaan minyak di Cushing, Oklahoma naik keenam kalinya dalam tujuh pekan.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengisyaratkan pasokan minyak akan tumbuh tahun depan, kecuali anggota melaksanakan kesepakatan mereka untuk mengurangi produksi.

Dalam laporan bulanannya, OPEC menyatakan, tanpa pemotongan, kelebihan pasokan tahun depan bisa mencapai 1,24 juta barel, atau 300.000 barel lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

OPEC dan 11 negara-negara produsen lainnya sepakat untuk memotong produksi hampir 1,8 juta barel per hari.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada hari Rabu mengatakan, perusahaan-perusahaan minyak akan sukarela memenuhi komitmen Moskow untuk memangkas output 300.000 barel per hari.

"Namun sejarah menunjukkan bahwa Rusia memiliki track record yang sangat buruk dalam menjaga janji-janjinya, saat ada kerja sama pemotongan produksi dengan OPEC. Rusia tidak pernah benar-benar melaksanakan (kesepakatan) di masa lalu," kata Kepala Penelitian Minyak Global di Societe Generale, Michael Wittner.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

Whats New
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com