BKPM: Sektor Energi Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Iran

Kompas.com - 16/12/2016, 09:58 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, di Kantor BKPM, Jakarta, (8/8/2016) KOMPAS.com/Achmad FauziKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, di Kantor BKPM, Jakarta, (8/8/2016)
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan sektor energi menjadi fokus dari kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Iran.

Hal ini dinyatakannya setelah Thomas Lembong mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke Iran pada Kamis (15/12/2016).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden RI Joko Widodo juga didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Kepala BKPM Thomas Lembong, Ketua OJK Muliaman D. Hadad, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto serta Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

"Energi menjadi tulang punggung kerja sama Indonesia-Iran. Perdagangan, jasa dan pariwisata juga menunjukkan pertumbuhan," ujar Thomas dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Adapun, beberapa investasi Iran ke Indonesia yang mengarah sektor energi seperti, rencana investasi pembangunan kilang di Jawa Timur oleh Iran dan Pembangunan mobile power plant oleh Iran di Indonesia sebesar kurang lebih 5.000 MW.

Selain itu, terdapat beberapa kerja sama antara perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan Iran yang dituangkan dalam nota kesepahaman. Kerja sama tersebut yakni, PT PLN dengan Mapna Group terkait pengembangan pembangkit dan Pertamina dengan National Iranian Oil Company (NIOC) terkait pembelian LPG.

Thomas menuturkan, bahwa kunjungan ke Iran membuka potensi investasi yang besar bagi para investor Iran untuk berinvestasi di Indonesia. Apalagi, Iran merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-29.

"Kunjungan ke Iran truly insightful and inspiring. Iran adalah emerging economy, ekonomi terbesar ke-29, yang kini terbuka dan menyimpan potensi besar. Indonesia dan Iran memasuki era baru hubungan bilateral dengan dukungan penuh kedua pemerintah. Presiden Jokowi mengharapkan hasil yang nyata," pungkasnya.

Menurut data BKPM, pada periode Januari-September 2016 Iran menduduki peringkat ke-31 dengan total realisasi investasi sebesar 14,30 juta dollar AS atau Rp
191,1 miliar. Sektor terbesar yang diminati investor Iran sepanjang 2016, yaitu sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi.

Realisasi investasi PMA periode Januari-September 2016 telah mencapai 21.461,3 juta dollar AS dengan target realisasi investasi tahun 2016 sebesar Rp 594,5 triliun.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X