Pegawai Pajak Lembur di Akhir Periode II "Tax Amnesty"

Kompas.com - 19/12/2016, 05:45 WIB
Petugas melayani warga yang mengikuti program pengampunan pajak (Tax Amnesty) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 30/9/2016. Banyaknya warga yang antre sejak pagi karena hari tersebut merupakan hari terakhir periode I program tax amnesty. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas melayani warga yang mengikuti program pengampunan pajak (Tax Amnesty) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 30/9/2016. Banyaknya warga yang antre sejak pagi karena hari tersebut merupakan hari terakhir periode I program tax amnesty.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pegawai Ditjen Pajak wajib lembur menjelang berakhirnya periode kedua amnesti pajak. Untuk menyiapkan SDM menghadapi jumlah wajib pajak yang membeludah, para pegawai diintruksikan masuk kerja setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu.

Dalam dokumen instruksi kepada pegawai DJP yang diterima Kontan, Minggu (18/12), Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi menginstruksikan kepada seluruh pegawai untuk bekerja lembur setiap Minggu dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB waktu setempat lewat INS-15/PJ/2016.

"Kerja lembur ini dilaksanakan dalam rangka pelayanan penerimaan permohonan pengampunan pajak," ujar Ken, Minggu (18/12/2016).

Sementara untuk hari Sabtu, pegawai ditugaskan mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 WIB waktu setempat. Layanan pada hari Sabtu telah ditetapkan sejak Agustus 2016 lewat INS-14/PJ/2016.

Layanan pada hari Sabtu dan Minggu ini akan dilakukan sampai dengan 31 Desember 2016. Namun demikian, layanan tidak tersedia pada hari libur keagamaan yaitu pada Senin, 12 Desember 2016, Minggu, 25 Desember 2016, dan Senin, 26 Desember saat cuti bersama.

Direktur Pelayanan, Penyuluhan dan Humas DJP, Hestu Yoga Saksama mengatakan, pada awal periode II memang terlihat lebih sepi peminat. Namun, karakter wajib pajak Indonesia sukanya menunggu dan baru ikut program tax amnesty pada last minute. Hal itu seperti terlihat pada akhir periode pertama tax amnesty. (Ghina Ghaliya Quddus)

Baca tentang


Sumber KONTAN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X