PLN Dapat Kredit Sindikasi Rp 12 Triliun

Kompas.com - 19/12/2016, 18:30 WIB
Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi PLN dengan Bank Mandiri, BCA, BRI, SMI, Maybank, dan Indonesia Eximbank, Senin (19/12/2016). Sakina Rakhma Diah Setiawan/KOMPAS.comPenandatanganan perjanjian kredit sindikasi PLN dengan Bank Mandiri, BCA, BRI, SMI, Maybank, dan Indonesia Eximbank, Senin (19/12/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) memperoleh pinjaman dari sindikasi kreditur perbankan dan lembaga pembiayaan nasional sebesar Rp 12 triliun, yakni dari Bank Mandiri, BRI, BCA, Maybank, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Indonesia Eximbank.

Kredit sindikasi ini berjangka waktu 10 tahun. Bertindak sebagai lead arranger adalah Bank Mandiri. Kredit ini digunakan untuk mempercepat penyelesaian progam 35.000 MW.

"Penandatanganan kredit investasi sebesar Rp 12 triliun ini menunjukkan bahwa kami terus bekerja keras menyelesaikan tugas yang amat menantang, melistriki negeri, menyediakan listrik yang memadai dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Menurut Sofyan, kebutuhan investasi kelistrikan di Indonesia terus meningkat. Sumber dana untuk membiayai kebutuhan investasi ini terdiri dari berbagai sumber, termasuk dari internal maupun pinjaman.

Adapun kredit sindikasi sebesar Rp 12 triliun ini rencananya akan digunakan untuk membiayai keperluan investasi di bidang pembangkit, transmisi, distribusi, dan sarana di Indonesia.

Penyediaan infrastruktur kelistrikan, kata Sofyan, sangat dibutuhkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Kami berterima kasih kepada seluruh kreditur yang telah memberikan kepercayaan kepada PLN. Kami yakin dana ini akan sangat beguna untuk menggegas pembangunan program 35.000 MW," ujar Sofyan.

Sofyan mengungkapkan, komitmen untuk menyelesaikan program infrastruktur kelistrikan juga harus dibarengi drngan strategi pendanaan yang prudent dan konservatif.

Antara lain dilakukan dengan terus memperbesar porsi pendanaan dalam negeri atau rupiah dalam portofolio pinjaman PLN.

Kompas TV Menko Maritim Evaluasi Proyek Listrik 35.000 MW
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats New
Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Spend Smart
Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.