Kompas.com - 19/12/2016, 19:05 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) hari ini secara resmi mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016.

Uang rupiah desain baru yang diterbitkan tersebut mencakup seluruh pecahan, yakni tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam.

Salah satu hal menarik yang terdapat pada uang NKRI tahun emisi 2016 ini adalah 12 orang pahlawan nasional yang diabadikan dalam gambar muka uang, baik uang kertas maupun uang logam.

Selain itu, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia bahwa seluruh pecahan uang rupiah diluncurkan sekaligus dalam satu waktu.

Acara peluncuran uang NKRI tahun emisi 2016 tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri serta pejabat tinggi negara.

Tidak hanya itu, para keluarga, baik istri maupun anak kandung serta ahli waris 12 orang pahlawan nasional tersebut pun hadir sebagai apresiasi dan penghormatan terhadap jasa para kusuma bangsa tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya proses pemilihan sosok pahlawan nasional yang diabadikan dalam gambar muka uang rupiah?

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menyebutkan, pemilihan sosok pahlawan nasional melewati proses yang cukup panjang.

“BI melakukan pembahasan, focus group discussion (FGD), baik dengan sejarawan, akademisi, pemda (pemerintah daerah), Menkeu (Menteri Keuangan), dan Mensos (Menteri Sosial),” kata Agus di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Setelah melakukan diskusi panjang dengan berbagai pihak tersebut, kemudian bank sentral menetapkan para pahlawan nasional dan mengajukannya kepada Presiden.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.