Sri Mulyani: Pengusaha "Nilep" Pajak, Ekonomi Negara Jadi Kerdil

Kompas.com - 19/12/2016, 19:40 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta pengusaha untuk tidak mengurusi persoalan pajak secara berlebihan. Apalagi sampai menggunakan segala cara agar pembayaran pajaknya minimal.

Perempuan yang kerap disapa Ani itu menyarankan agar pengusaha fokus saja terhadap pengembangan bisnisnya. Termasuk berupaya menghasilkan produk berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing secara global.

"Seharusnya pengusaha itu fokusnya di situ, bukan fokus bagaimana nilep pajak. Atau bagaimana agar diproteksi. Itu akan membuat ekonomi menjadi kerdil," ujar Ani di Balai Kartini, Jakarta, Senin (19/13/2016).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyindir oknum pengusaha yang justru sibuk mengurusi pajak ketimbang bisnisnya.

Padahal kata Ani, sumberdaya alam Indonesia memberikan banyak pilihan kepada para pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya di berbagai sektor.

Meski begitu, ia mengingatkan para pengusaha untuk tetap membayar kewajibannya kepada negara melalui pajak. Ani tidak ingin lagi kondisi saat ini terjadi terus menerus ke depan.

"Banyak sekali yang didapat dari (sumberdaya alam) Indonesia, tetapi di dalam penerimaan pajak zero, enggak ada," ujar perempuan berusia 54 tahun itu.

Setidaknya ada dua sektor sumberdaya alam yang disorot Ani. Sektor tersebut yakni sektor pertambangan dan sektor kelautan perikanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.