Akuisisi 500 Hektar Lahan di Anyer, Krakatau Steel Bangun Kawasan Industri Baru

Kompas.com - 20/12/2016, 17:27 WIB
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Sukandar, di Jakarta, Selasa (20/12/2016). Estu Suryowati/Kompas.comDirektur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Sukandar, di Jakarta, Selasa (20/12/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), saat ini sedang mengakuisisi lahan di daerah Anyer, Banten, seluas 500 hektar (Ha).

Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar mengatakan, rencananya lahan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan industri.

"Land bank kami saat ini tipis sehingga butuh akuisisi lahan baru," kata Sukandar dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Total investasi yang dibutuhkan untuk akuisisi 500 hektar lahan tersebut antara Rp 700 miliar-Rp 750 miliar.

Sukandar menyebutkan, saat ini pihaknya telah menyelesaikan akuisisi seluas 450 hektar. Adapun pengembangan lahan (cut and field) untuk 100 hektar pertama ditargetkan akan dilaksanakan pada kuartal IV 2017.

Krakatau Steel optimistis dapat memasarkan kawasan industri Anyer ini pada kuartal I 2018.

"Kami sedang menjajaki kemungkinan pengembangan kawasan industri baru di kawasan Bojonegoro dan Subang melalui sinergi dengan dua anak perusahaan BUMN lain," ucap Sukandar.

Akan tetapi, rencana tersebut saat ini masih sedang dalam kajian kelayakan. Sukandar menambahkan, jika 500 hektar lahan di Anyer sudah selesai diakuisisi, total land bank yang dimiliki Krakatau Steel seluas 1.130 hektar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X