Krakatau Steel Mulai Pasok Baja untuk Proyek Kelistrikan 35.000 Megawatt

Kompas.com - 20/12/2016, 18:53 WIB
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Sukandar, di Jakarta, Selasa (20/12/2016). Estu Suryowati/Kompas.comDirektur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Sukandar, di Jakarta, Selasa (20/12/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya telah melakukan pengiriman pertama produk baja profil untuk proyek jaringan transmisi 46.000 kilometer sirkuit (kms) kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada akhir Oktober 2016.

Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar menjelaskan, pembangunan jaringan transmisi sepanjang 46.000 kms merupakan bagian dari proyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW).

“Kami akan kirim sampai tahun depan 100.000 ton melalui KDL (PT Krakatau Daya Listrik) dan KOS (PT Krakatau Osaka Steel),” kata Sukandar dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Lebih jauh Sukandar mengatakan, 100.000 ton baja profil itu digunakan untuk membangun 9.085 unit tower hingga November 2017.

Baja profil tersebut akan dikirim kepada sekitar 10 pabrikan tower atau lebih yang ditunjuk oleh PLN.

Dalam kesempatan sama, Direktur Keuangan Krakatau Steel Tambok P Setyawati S menambahkan, total baja profil yang dibutuhkan untuk proyek 35.000 MW hingga empat tahun ke depan mencapai 798.000 ton.

Sehingga kira-kira tiap tahun, dibutuhkan pasokan baja profil 200.000 ton. “Proyek kelistrikan ini meningkatkan permintaan baja Krakatau Steel. Tetapi proyek lain juga berkontribusi seperti proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated), serta repeat order dari Filipina untuk kapal perang,” kata Tambok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) sepanjang 36 kilometer itu ditargetkan selesai dalam 21 bulan. Adapun baja profil yang dibutuhkan mencapai 250.000 ton.

“Baja profil ini harus dikirim dalam 10 bulan pertama sejak 2017. Jadi, tiap bulan harus kirim 25.000 ton,” ucap Tambok.

Perbaikan harga baja internasional ditambah proyek-proyek infrastruktur menopang kinerja emiten bursa dengan sandi KRAS itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X