BI Cermati Peredaran Uang Palsu Saat Natal dan Tahun Baru

Kompas.com - 21/12/2016, 20:21 WIB
Ilustrasi: uang palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHAIlustrasi: uang palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat ada penurunan peredaran uang palsu beberapa tahun belakangan.

Namun demikian, otoritas moneter itu tetap mengimbau masyarakat untuk waspada karena banyak pihak tidak bertanggungjawab yang suka ambil untung di momen-momen besar seperti Lebaran dan Natal.

Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI, Yudi Harymukti mengatakan, pada 2015, di setiap satu juta lembar uang yang beredar (UYD), ada 21 lembar uang palsu.

Tetapi per November 2016 ini, angkanya turun menjadi 11 lembar uang palsu per satu juta lembar UYD.

Yudi mengatakan, peredaran uang palsu memang cenderung turun. "Tetapi kami di BI, dan yang berkepentingan dengan uang palsu seperti BIN, Kemenkeu, Kejagung, Kapolri tetap melakukan upaya antisipasi dan preventif untuk sosialiasi ke masyarakat agar tidak dirugikan dengan uang palsu yang beredar," kata Yudi, Rabu (21/12/2016).

BI, kata Yudi memperkirakan, jumlah uang yang beredar di masyarakat hingga akhir tahun mencapai kisaran Rp 620 triliun hingga Rp 630 triliun, atau meningkat 6 persen hingga 7,5 persen dibandingkan akhir tahun 2015 yang sebesar Rp 586,7 triliun.

Rata-rata uang yang beredar dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini meningkat sebesar 14,4 persen per tahun. Meskipun, kata Yudi, dalam beberapa tahun pertumbuhan UYD tersebut cenderung melambat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X