Skema Ponzi Dominasi Investasi Bodong di Indonesia

Kompas.com - 30/12/2016, 20:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya ada 400 perusahaan investasi illegal alias investasi bodong di Indonesia.

Investasi tersebut menawarkan metode yang beragam, namun tetap saja tujuannya adalah memperoleh keuntungan dalam waktu sekejap.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono menjelaskan, investasi bodong paling marak dan sudah sampai tahap serius di Cirebon, Makassar, Bengkulu, dan Malang.

Adapun produk investasi bodong yang paling banyak adalah skema Ponzi. “Ponzi scheme, bentuknya MLM (multilevel marketing, arisan.

Artinya tidak ada usahanya tapi menghimpun dana dari masyarakat. Masih banyak yang beroperasi dan masyarakat masih banyak mengikuti program seperti itu,” jelas Kusumaningtuti pada acara konferensi pers akhir tahun 2016 di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Untuk menindak investasi bodong yang kian marak, OJK bekerja sama dengan Satgas Waspada Investasi.

Dalam portal investigasi, OJK dan Satgas Waspada Investasi sudah memasukkan setidaknya 60 investasi bodong yang jelas-jelas tidak memiliki izin dari OJK.

Kusumaningtuti mengungkapkan, dalam waktu dekat jumlah tersebut akan bertambah menjadi 80 investasi ilegal.

Ia menjelaskan, setiap ada pengaduan masyarakat mengenai investasi bodong, maka OJK akan menginformasikannya kepada Satgas Waspada Investasi dan kemudian diklarifikasi dan diunggah ke portal.

Kusumaningtuti mengakui, kian maraknya investasi bodong di tengah-tengah masyarakat terjadi lantaran tingkat literasi keuangan yang belum memadai dan kemudahan akses keuangan yang masih minim.

Oleh sebab itu, OJK memberikan edukasi agar masyarakat tetap waspada namun juga mempermudah operasional investasi yang legal dan berizin.

“Enforcement (penegakan hukum) sekarang harus ditingkatkan. Penindakan supaya menimbulkan efek jera dan masyarakat jadi tahu dan hati-hati,” ungkap Kusumaningtuti.

Kompas TV Terjebak Investasi Bodong? Ini Solusinya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang HUT ke-77 RI, Nasabah Baru Pegadaian Bisa Dapat Bunga 0 Persen

Jelang HUT ke-77 RI, Nasabah Baru Pegadaian Bisa Dapat Bunga 0 Persen

Whats New
Potensi Panas Bumi RI Besar, Pemanfaatannya Harus Dioptimalkan

Potensi Panas Bumi RI Besar, Pemanfaatannya Harus Dioptimalkan

Whats New
Kembangkan Data Center Ramah Lingkungan, AtriaDC Dapat Dukungan dari Saratoga

Kembangkan Data Center Ramah Lingkungan, AtriaDC Dapat Dukungan dari Saratoga

Rilis
Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Whats New
Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Whats New
Wamendag: Pengguna Platform Transaksi Aset Kripto Zipmex Sudah Bisa Tarik Dana

Wamendag: Pengguna Platform Transaksi Aset Kripto Zipmex Sudah Bisa Tarik Dana

Whats New
KKP Kembangkan Kawasan Konservasi Nasional Laguna Wayag Jadi Destinasi Ekowisata

KKP Kembangkan Kawasan Konservasi Nasional Laguna Wayag Jadi Destinasi Ekowisata

Whats New
Indonesia Ritel Summit Diharap Bangkitkan Usaha yang Stagnan Selama 22 Tahun

Indonesia Ritel Summit Diharap Bangkitkan Usaha yang Stagnan Selama 22 Tahun

Whats New
Erick Thohir: Sekarang Hampir 50 Persen Perdagangan Pembayarannya Menggunakan Digital

Erick Thohir: Sekarang Hampir 50 Persen Perdagangan Pembayarannya Menggunakan Digital

Whats New
Holding ID Survey Diharapkan Jadi 'Top 5 Leader' di Asia Pasifik

Holding ID Survey Diharapkan Jadi "Top 5 Leader" di Asia Pasifik

Rilis
Harga BBM Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Bansos

Harga BBM Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Bansos

Whats New
Pegawai Alfamart Minta Maaf Sebar Video Pencuri Cokelat, Hotman Paris: Jangan Minta Maaf Kalau Tak Bersalah

Pegawai Alfamart Minta Maaf Sebar Video Pencuri Cokelat, Hotman Paris: Jangan Minta Maaf Kalau Tak Bersalah

Whats New
BPS Soroti Kenaikan Nilai Ekspor Tidak Disertai Peningkatan Volume yang Signifikan

BPS Soroti Kenaikan Nilai Ekspor Tidak Disertai Peningkatan Volume yang Signifikan

Whats New
Sudah 620.000 Kendaraan Daftar MyPertamina, Mayoritas Pengguna Pertalite

Sudah 620.000 Kendaraan Daftar MyPertamina, Mayoritas Pengguna Pertalite

Whats New
IHSG Ditutup Melemah 0,5 Persen ke 7.093,28

IHSG Ditutup Melemah 0,5 Persen ke 7.093,28

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.