Tahun Ini, Rupiah Diproyeksi Bertenaga Redam Dominasi Dollar AS

Kompas.com - 04/01/2017, 13:00 WIB
Kompas TV 12 Pahlawan Nasional Hiasi Rupiah Baru
EditorAprillia Ika

Eric menambahkan, dari sisi eksternal ada beberapa hal yang perlu diwaspadai bagi pergerakan rupiah.

Pertama, pelantikan Donald Trump, Presiden AS pada pertengahan Januari 2017 nanti hingga realisasi kebijakan Trump ke depannya.

Jika kebijakan Presiden ke-45 AS tersebut mendukung genjotan ekonomi AS, bukan tidak mungkin laju kenaikan suku bunga dan pengetatan moneter The Fed akan terus berlanjut.

"Nantinya beban terbesar akan datang jika The Fed benar menaikkan suku bunga tiga kali dengan proyeksi sebesar 75 bps secara total. Itu akan memojokkan pergerakan rupiah," tutur Eric.

Kedua, tentu juga dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global seperti Eropa dan China yang diduga masih akan dirudung katalis negatif akibat perlambatan ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

Eropa akan dihadang oleh gejolak geopolitik akibat pemilu yang berlangsung di Prancis, Jerman, Italia dan Belanda.

Belum lagi proses pemisahan Inggris dari Uni Eropa. Pelemahan euro akan menguntungkan USD yang bisa terus melenggang unggul.

Ketiga, dengan lonjakan aktivitas ekonomi AS, di saat yang sama pelaku pasar global masih memandang China akan terus bergelut dengan aktivitas ekonomi yang belum membaik, walau tidak seburuk tahun 2016 lalu.

"Penting melihat realisasi kebijakan Trump dan The Fed di paruh pertama 2017, hal ini akan memicu rentang rupiah sepanjang semester satu 2016 akan cenderung melemah ke level Rp 13.600 per dollar AS," perkiraan Eric.

Nantinya setelah jelas langkah yang diambil AS, fundamental dalam negeri yang stabil seperti proyeksi sebelumnya bisa menopang penguatan rupiah ke level Rp 13.300 per dollar AS di penutupan 2017.

(Baca: BI: Rupiah Terbaik Kedua di Asia pada Tahun 2016)

Menurut Eric, biasanya setelah membaca tren pergerakan tengah tahun, antisipasi dan kekuatan domestik bisa membawa rupiah lebih baik di akhir tahun. (Namira Daufina)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber KONTAN



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.