Program Kemitraan Diperlukan untuk Dorong Produksi Susu Segar Nasional

Kompas.com - 08/01/2017, 09:00 WIB
Salah seorang peternak sapi perah di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur saat memberi makan ternaknya, Kamis (14/4/2016) KOMPAS.com / Andi HartikSalah seorang peternak sapi perah di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur saat memberi makan ternaknya, Kamis (14/4/2016)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta para peternak sapi perah di dalam negeri untuk terus meningkatkan produksi susu. Sebab, kebutuhan susu oleh industri olahan susu nasional semakin besar.

Menurut Airlangga, diperlukan program kemitraan agar pemenuhan bahan baku susu segar dapat berkesinambungan dan berkualitas baik.

"Industrinya sudah meningkat tetapi suplai dari domestiknya menurun. Oleh sebab itu, yang akan kami dorong adalah bagaimana peternak sapi kita bisa meningkatkan produksi susu segarnya. Apalagi kebutuhan produk susu di pasar dalam negeri dan ekspor juga naik," ujar Airlangga melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Minggu (8/1/2017).

Airlangga juga mengajak masyarakat untuk berinvestasi dalam dunia peternakan sapi perah. Pasalnya, selama ini peternakan secara umum belum dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan.

"Kami akan membuat program supaya peternakan sapi perah ini menarik bagi masyarakat. Targetnya, penghasilan peternak sapi dalam sebulan minimal setara dengan upah minimum propinsi. Itu bisa dicapai kalau peternak memiliki delapan sampai 10 sapi," paparnya.

Berdasarkan data Kemenperin, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri (SSDN) untuk susu olahan mencapai 3,8 juta ton per tahun.

Namun, pasokan bahan baku susu segar dalam negeri hanya sekitar 798.000 ton dan selebihnya masih diimpor dalam bentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, dan Butter Milk Powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Sementara itu, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia saat ini rata-rata 12,10 kilogram per tahun setara susu segar.

Tingkat konsumsi tersebut masih di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia yang mencapai 36,2 kilogram per tahun, Myanmar 26,7 kilogram per tahun, Thailand 22,2 kilogram per tahun, dan Filipina 17,8 kilogram per tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X