Gapmmi: Pengenaan Cukai Plastik Bebani Industri Makanan dan Minuman

Kompas.com - 09/01/2017, 21:02 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) menilai pengenaan cukai plastik dapat membebani industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri.

Sebab, pengusaha makanan dan minuman akan mengeluarkan biaya produksi yang lebih tinggi, jika cukai plastik dikenakan.

"Adanya cukai plastik akan membebani kita. Mudah-mudahan ini tidak terjadi," ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Senin (9/1/2017).

Dengan naiknya biaya produksi, pengusaha juga akan mengubah harga jual produk makanan dan minuman. Sehingga, hal ini dapat menurunkan daya beli masyarakat terhadap produk makanan dan minuman.

Maka dari itu, pihaknya akan menjelaskan kembali ke Kementerian Keuangan terkait dampak pengenaan cukai plastik terhadap industri makanan dan minuman.

Adhi pun meminta kepada pemerintah untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang membebani terhadap industri makanan dan minuman.

"Saya berharap pemerintah tidak membuat aturan aneh-aneh yang bisa ganggu industri makanan dan minuman," tandasnya.

Sekadar informasi, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan berencana mengenakan cukai plastik.

Pengenaan cukai atas produk kantong plastik merupakan salah satu upaya untuk mengurangi laju pertumbuhan penggunaan kantong plastik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X