Kompas.com - 11/01/2017, 14:44 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berencana menambah mesin layanan informasi dan transaksi tiket (vending machine) sebanyak 400 unit di stasiun-stasiun Jabodetabek pada tahun 2017.

Saat ini, KCJ telah menyediakan 50 vending machine yang tersebar di 13 stasiun kereta.  Direktur Utama KCJ, Muhammad Nurul Fadhilah menerangkan, nantinya vending machine tiket mempunyai dua tipe.

Satu untuk pembelian tiket harian berjamin (THB), dan satu lagi untuk menambah (top up) saldo kartu multitrip.

Menurut dia, penambahan ini dilakukan untuk mengurangi atrean penumpang saat membeli tiket di loket stasiun. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan besaran investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk menyediakan vending machine tiket.

"Kami cukup puas dengan respon positif masyarakat dengan penggunaan vending machine ini. satu tahun kita ujicobakan sehingga di 2017 ini mungkin mulai Februari secara bertahap kami akan menambah 400 unit vending machine," ujar Fadhilah dalam press briefing, di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Fadhilah menuturkan, pihaknya akan terlebih dahulu melihat stasiun mana yang telah siap dari sisi tempat untuk penyediaan vending machine tersebut. Selain itu, pihaknya juga melihat dari sisi berapa banyak penumpang yang terdapat di stasiun.

KCJ mulai mengimplementasikan program fare adjustment atau menghilangkan denda pinalti terhadap penumpang. Artinya, saat penumpang yang menggunakan tiket harian berjaminan (THB) turun pada stasiun yang tidak sesuai dengan tiket itu akan dikenakan denda pinalti.

Namun, kini penumpang tidak akan dikenakan kena pinalti jika  keluar stasiun yang tidak sesuai dengan transaksi tiket. 

"Ini (fare adjusment) yang sebetulnya cukup lama kami siapkan, kami tidak mau asal melaunching sesuatu yang akan berdampak terhadap kesulitan masyarakat. Kami berharap 2017 kami sudah bisa mulai bertahap mengimplementasikan fare adjustment ini," tandasnya. 

Sekadar informasi, KCJ merupakan salah satu anak perusaha di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Saat ini KCJ telah melayani 72 stasiun di wilayah Jabodetabek dengan Jangkauan rute mencapai 184,5 kilometer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Whats New
Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Whats New
Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Whats New
Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Whats New
BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

Whats New
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Whats New
Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Whats New
Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Whats New
KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.