Muhammad Sufyan
Dosen

Dosen Digital Public Relations Telkom University, Mahasiswa Doktoral Agama dan Media UIN SGD Bandung. Salah seorang pemenang call for paper Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu Indonesia KPU RI 2019.

Komunikasi Pemasaran dan "Public Relations" Kopi Lokal

Kompas.com - 11/01/2017, 21:02 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorTri Wahono

Mengapa "seagresif" ini? Tentu saja selain karena geliat sisi hilir seperti dijelaskan dalam prolog tadi, juga karena terkait efek produktivitas dari benih kopi yakni satu juta benih kopi bisa menciptakan 1.000 lahan hektar tanaman kopi baru.

Dengan eksisting lahan kopi 37.265 hektar, dan 5.000 hektar baru (dari lima juta benih kopi tadi), hal ini penting dalam upaya raihan target kuantitatif lahan kopi di Jabar seluas 200.000 hektar per 2029. Bayangkan berapa banyak tenaga kerja terlibat!

Sisi kuantitas ini menjadi penting karena dengan meluasnya lahan, otomatis probabalitas munculnya kopi berkualitas meningkat sendirinya. Jadi, jika dalam ajang pameran kopi bergengsi dunia, Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, 14-17 April 2016, kopi Jabar mengantongi enam predikat juara, maka perluasan kebun jelas menaikkan segala parameter terkait.

Komunikasi Pemasaran 

Selanjutnya, sebagai bagian masyarakat akademis konstruktif-solutif, terdapat sejumlah pemikiran terkait fenomena baik kopi ini sehingga apa yang tersaji hari ini tidaklah sekedar tren sesaat apalagi fase bubbling economy.

Ada sejumlah saran penulis mengacu disiplin bauran ilmu komunikasi pemasaran dan public relations (hubungan masyarakat/humas). Pertama, perlunya diteruskan dan dipertahankan penerapan teori humas soal atribusi.

Bahwa, merujuk Heath (2005) dan McDermott (2009), beberapa asumsi teori atribusi Weiner dan Heider antara lain: (a) Seseorang cenderung penasaran mengenai penyebab perilaku orang lain; (b) Seseorang menggunakan suatu proses untuk menjelaskan perilaku tersebut; dan (c) Jika atribut sudah dibuat, maka atribut tersebut akan mempengaruhinya.

Dengan kata lain, teruslah membuat aneka aktivitas baik pelaku kopi tingkat hilir dan terutama pemerintah daerah guna terus munculkan atensi dan persepsi publik tentang pentingnya kopi lokal dan kedai kopi lokal.

Ciptakanlah rasa imajinasi, persepsi, hingga pengambilan keputusan dari publik, bahwa program terkait kopi --seperti sudah dicontohkan di Jawa Barat-- dikarenakan sebab tindakan yang sangat kuat.

Ini berarti, secara kehumasan, program harus beranjak dari sekedar infokan eksistensi kopi lokal (kuantitas maupun kualitas) ke program sosialisasi bahwa kopi lokal memiliki banyak keunggulan dari kopi impor --yang kini kian murah berkat munculnya gerakan hulu/hilir terkait kopi tadi.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dapat Pendanaan dari Founder Bukalapak, Powerbrain Perkuat Hal Ini

Dapat Pendanaan dari Founder Bukalapak, Powerbrain Perkuat Hal Ini

Rilis
Catat, Uji Coba Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina Hanya Dilakukan di 11 Daerah

Catat, Uji Coba Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina Hanya Dilakukan di 11 Daerah

Whats New
Kemenkop UKM: Jangan Sampai Transaksi Digital Kita Hanya Jadi Pasar Saja...

Kemenkop UKM: Jangan Sampai Transaksi Digital Kita Hanya Jadi Pasar Saja...

Whats New
Lelang 6 Sukuk Negara, Pemerintah Tarik Utang Rp 7,8 Triliun

Lelang 6 Sukuk Negara, Pemerintah Tarik Utang Rp 7,8 Triliun

Whats New
KCI Kembangkan Sistem CCTV yang Bisa Deteksi Pelaku Pelecehan Seksual dan Copet

KCI Kembangkan Sistem CCTV yang Bisa Deteksi Pelaku Pelecehan Seksual dan Copet

Whats New
Hanya Tunjukan QR Code, Pembeli Pertalite dan Solar Tidak Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina di SPBU

Hanya Tunjukan QR Code, Pembeli Pertalite dan Solar Tidak Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina di SPBU

Spend Smart
Allianz Life Indonesia Kumpulkan Premi Bruto Rp 19 Triliun Sepanjang 2021

Allianz Life Indonesia Kumpulkan Premi Bruto Rp 19 Triliun Sepanjang 2021

Whats New
Mapan Umumkan Pendanaan Seri-A 15 Juta Dollar AS

Mapan Umumkan Pendanaan Seri-A 15 Juta Dollar AS

Rilis
Rupiah dan IHSG Berakhir Merah Sore Ini

Rupiah dan IHSG Berakhir Merah Sore Ini

Whats New
Laba Bersih BEI Tumbuh 80,8 Persen jadi Rp 881,41 Miliar di 2021

Laba Bersih BEI Tumbuh 80,8 Persen jadi Rp 881,41 Miliar di 2021

Whats New
Pemerintah Akan Buka Rekrutmen 1,08 Juta PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan Tahun Ini

Pemerintah Akan Buka Rekrutmen 1,08 Juta PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan Tahun Ini

Whats New
Beri Inspirasi Peserta BincangShopee 7.7 Mega Elektronik, MGDalenaf Ceritakan Awal Perjalanan Jadi Konten Kreator

Beri Inspirasi Peserta BincangShopee 7.7 Mega Elektronik, MGDalenaf Ceritakan Awal Perjalanan Jadi Konten Kreator

Work Smart
3 Alasan Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

3 Alasan Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Whats New
Membangun Bisnis dari Potensi Alam Indonesia

Membangun Bisnis dari Potensi Alam Indonesia

Earn Smart
Cari Link Daftar Beli Pertalite? Klik subsiditepat.mypertamina.id

Cari Link Daftar Beli Pertalite? Klik subsiditepat.mypertamina.id

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.