Transaksi Saham Tidak Biasa di BEI Meningkat

Kompas.com - 12/01/2017, 21:51 WIB
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (6/1/2017). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami reli kenaikan hingga 13,77 poin atau naik 0,26 persen ke level 5.339,27 pada jeda siang perdagangan saham jelang akhir pekan, Jumat (6/1/2017) pukul 11.30 WIB. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (6/1/2017). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami reli kenaikan hingga 13,77 poin atau naik 0,26 persen ke level 5.339,27 pada jeda siang perdagangan saham jelang akhir pekan, Jumat (6/1/2017) pukul 11.30 WIB.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerbitan pemberitahuan unusual market activity (UMA) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengalami peningkatan.

Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini, meningkatnya penerbitan UMA ini seiring dengan naiknya frekuensi, volume dan nilai transaksi perdagangan saham.

Hamdi menjelaskan, UMA ini merupakan aktivitas perdagangan atau pergerakan harga transaksi suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di bursa, yang menurut penilaian bursa dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Sepanjang 2016, BEI menerbitkan 128 UMA. Angka penerbitan tersebut melonjak dua kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya yang hanya 60 penerbitan.

Sementara pada 2014, BEI menerbitkan sebanyak 92 UMA. "Kita melihatnya karena market-nya lebih aktif. Terutama di semester II 2016," kata Hamdi di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Catatan BEI, rata-rata volume perdagangan harian terus mengalami peningkatan dari 5,48 miliar saham pada 2014, menjadi 5,92 miliar saham pada 2015, lalu melesat menjadi 7,82 miliar saham pada 2016.

Frekuensi perdagangan harian tiga tahun terakhir juga terus naik dari sebanyak 212.635 kali (2014) menjadi 221.583 kali (2015) dan 264.127 kali (2016).

Rata-rata nilai perdagangan harian pada 2014 tercatat sebanyak Rp 6 triliun, dan turun menjadi Rp 5,7 triliun pada 2015. Rata-rata nilai perdagangan harian kembali naik menjadi Rp 7,4 triliun pada 2016.

Adapun kapitalisasi pasar pada 2014 sebesar Rp 5.228 triliun, dan turun menjadi Rp 4.873 triliun pada 2015. Kapitalisasi pasar kembali naik pada tahun lalu menjadi Rp 5.754 triliun.

Meski penerbitan UMA mengalami kenaikan, Hamdi menegaskan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

"UMA diberikan untuk meningkatkan kesadaran investor agar selalu menganalisis semua informasi yang tersedia dalam  bertransaksi saham," kata Hamdi.

Bahkan dia menambahkan, penerbitan UMA bukan hanya dilakukan kepada efek yang tadinya tidur kemudian bangun. Saham-saham yang harganya biasanya bagus, apabila terjadi penurunan yang tidak biasa juga bisa dikenakan UMA.

"Tahun lalu memang cukup banyak kita terbitkan UMA, karena harga-harga (saham) turun. Bursa juga tidak mau kalau performa emiten bagus tetapi harganya turun terus," tutur Hamdi.

BEI melakukan suspensi terhadap 55 efek pada 2016, meningkat dari tahun 2014 (29 efek), dan tahun 2015 (12 efek).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X