JK: Kerja Keras Akan Bikin Indonesia Jadi Negara Maju

Kompas.com - 13/01/2017, 23:13 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla Kompas.com / Dani PrabowoWakil Presiden Jusuf Kalla
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla menyatakan Indonesia saat ini masuk dalam kategori negara berpendapatan menengah yang berada di tengah (middle middle-income country). Namun, di masa mendatang, tak menutup kemungkinan Indonesia bisa "naik kelas."

"Ekonomi kita itu middle in middle, pendapatan menengah di tingkat menengah. Tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah," kata JK saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Saat ini, ujar JK, pendapatan Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan China, India, dan beberapa negara maju lainnya di Asia.

Dalam tingkat pertumbuhan pendapatan, Indonesia masih berada di posisi tengah. "Kita di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Pokoknya Indonesia serba di tengah," jelasnya.

Menurut JK, Indonesia harus berusaha keras sehingga pada waktunya nanti Indonesia dapat pertumbuhan lebih baik. Semua itu, kata dia, dapat dicapai dengan usaha keras, termasuk dengan peran industri keuangan.

Selain itu, JK juga menekankan pentingnya belajar dari masa lalu. 20 tahun yang lalu, Indonesia pernah mengalami krisis yang dahsyat, dimulai dari krisis perbankan, kemudian menjalar ke moneter, hingga merusak sendi-sendi bangsa.

"Kita belajar, diperbaiki, dan dijalankan dengan lebih baik. Lembaga-lembaga yang tidak diurus dengan baik akan menyebabkan kerusakan sendi bangsa," ungkap JK.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X