BTN Fokus Kembangkan Layanan Digital pada 2017

Kompas.com - 16/01/2017, 16:32 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Maryono, usai menghadiri Annual Report Award 2015 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Kompas.com/ Iwan SupriyatnaDirektur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Maryono, usai menghadiri Annual Report Award 2015 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bakal memfokuskan diri pada pengembangan perbankan digital pada tahun 2017. Ini bertujuan salah satunya untuk mendukung program sejuta rumah.

"Langkah ini dilakukan perseroan sekaligus untuk memperbaiki proses bisnis agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan cepat.," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam pernyataan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (16/1/2017).

Maryono menuturkan, persaingan perbankan saat ini begitu hebat. Dengan demikian, BTN harus dapat masuk dalam era persaingan itu dan BTN telah siap menyambut persaingan itu dengan bisnis berbasis perbankan digital.

Maryono menambahkan, tahun 2017 merupakan tahun yang penuh tantangan. Meskipun demikian, menurutnya indikator makro ekonomi dan perbankan Indonesia menunjukkan trend yang membaik.

Hal ini seiring dengan perubahan kebijakan pemerintah di Indonesia yang mendukung penguatan ekonomi di 2016. Berkaitan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut, BTN meyakini bahwa peluang bisnis yang besar dalam hal pemenuhan kebutuhan hunian (backlog perumahan) nasional dan pemenuhan kebutuhan non KPR adalah peluang dan potensi riil bagi bisnis perseroan.

"Transformasi BTN berbasis digital menjadi prioritas BTN di tahun 2017 disebabkan semakin nyatanya dominasi dari kekuatan digital pada aspek bisnis di segala sektor dan lini masyarakat," tutur Maryono.

Penduduk Indonesia yang saat ini rata-rata berada di antara 20 hingga 30 tahun, serta dominasi generasi millenial menjadi pertimbangan BTN untuk menyelaraskan perkembangan arah bisnis ke arah pemakaian teknologi digital.

Sementara untuk mendukung pelayanan kredit, perseroan akan memperkuat manajemen perkreditan berbasis manajemen risiko.

Maryono yakin pertumbuhan kredit BTN 2017 masih di atas 20 persen dengan rasio kredit bermasalah atau NPL di bawah 3 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X