Saham Maskapai Garuda Anjlok 2,26 Persen Usai Emir Jadi Tersangka

Kompas.com - 19/01/2017, 19:26 WIB
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai Bali KOMPAS.com/SRI LESTARIPesawat Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai Bali
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ditutup melemah 8 poin atau 2,26 persen dibandingkan penutupan kemarin, ke level Rp 346 per saham, Kamis (19/1/2017).

Saham berkode GIAA tersebut turun tajam setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan status tersangka terhadap mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Menurut analis dari Recapital Securities Kiswoyo Adi Joe, penurunan tersebut hanyalah merupakan sentimen pasar sesaat. "Belum jelas, kasus tersebut waktu Pak Emirsyah di Garuda atau bukan. Menunggu kepastian itu," kata Kiswoyo kepada Kompas.com, Kamis.

Lebih lanjut, dia mengatakan, berlanjutnya penurunan saham GIAA tergantung pada kejelasan kasus suap serta dampak kerugiannya terhadap perseroan, jika kasus suapnya terjadi saat Emirsyah di maskapai nasional tersebut.

Kiswoyo menambahkan, saham GIAA akan kembali naik apabila Garuda Indonesia bisa menurunkan kerugian. Namun ia bilang, perseroan akan membutuhkan waktu lama untuk menekan kerugian besar.

Dihubungi terpisah, analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengatakan, saham GIAA berpotensi terkoreksi lebih dalam mendekati level Rp 320 per saham. Akan tetapi, potensi penurunan saham bisa ditahan jika manajemen melakukan upaya perbaikan reputasi.

"Persoalan Emirsyah Satar dijadikan tersangka itu sudah tuntas sebenarnya. Yang diharapkan oleh pasar itu adalah bagaimana upaya pemulihan reputasi Garuda. Minimal, mereka harus menyampaikan paparan publik," kata Lucky kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya dikabarkan, KPK menetapkan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, sebagai tersangka suap pembelian mesin pesawat dari Rolls Royce Inggris.

"Betul," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, dikonfirmasi wartawan, Kamis. Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya telah menggeledah empat lokasi di Jakarta terkait kasus tersebut, Rabu kemarin. "Nilainya cukup signifikan, jutaan dollar Amerika," kata Febri.

Usai penetapan, pihak manajemen Garuda langsung menyebar keterangan resmi kepada media.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar menegaskan, kasus yang menjerat Emirsyah tersebut bukan tindakan korporasi. "Manajemen maskapai nasional Garuda Indonesia menyampaikan bahwa dugaan atas hal tersebut tidak ada kaitannya dengan kegiatan korporasi, tetapi lebih pada tindakan perseorangan," kata Benny.

Benny menjelaskan, sebagai perusahaan publik, Garuda Indonesia sudah memiliki mekanisme dalam seluruh aktivitas bisnisnya, mulai dari penerapan sistem GCG secara ketat, hingga transparansi dalam informasi.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.