Skema "Gross Split" Migas akan Dorong Pemanfaatan Produk Lokal

Kompas.com - 23/01/2017, 09:34 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Skema kerja sama migas kontrak bagi hasil gross split dinilai adil bagi pemerintah dan kontraktor. Skema ini telah diterapkan untuk Blok Migas ONWJ atau Offshore North West Java.

"Tentang gross split ini menurut saya kebijakan yang fair," kata Syamsir Abduh, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dalam sebuah diskusi terkait energi di Jakarta, Minggu (22/1/2017).

Ketentuan terkait gross split tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2017 dan efektif berlaku 16 Januari 2017.

Untuk minyak bumi, jelas Syamsir, pemerintah memiliki porsi 57 persen dan 43 persen kontraktor, adapun untuk gas bumi 52 persen negara dan 48 persen kontraktor.

Selain itu, skema gross split juga dipandang Syamsir dapaf mendorong pemanfaatan migas di dalam negeri. Dalam skema ini juga ada dukungan terhadap pemanfaatan produk dalam negeri dan tenaga kerja berupa warga negara Indonesia (WNI).

Dengan demikian, kata dia, skema ini dapat mendukung upaya bahwa energi adalah modal dasar pembangunan dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia seharusnya didorong untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, pun negara diuntungkan.

"Dari sisi kontraktor, ketika keekonomian lapangan katakanlah tidak terpenuhi, maka dia dapat insentif 5 persen. Ketika harga naik, pemerintah dapat 5 persen," jelas Syamsir.

Terkait kebijakan yang baru ini, Syamsir menyatakan lebih baik kebijakan ini dicoba terlebih dahulu untuk dijalankan sambil dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. Jangan sampai belum sempar kebijakan ini belum diterapkan, lalu kemudian dianulir.

"Biarkan (kebijakan) ini bekerja, terbuka ruang untuk terus dievaluasi. Apalagi diberikan kepada SKK Migas untuk melakukan evaluasi," tutur Syamsir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.