Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Terus Terombang-ambing Ketidakpastian Pasar Global

Kompas.com - 23/01/2017, 20:29 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/1/2017) Yoga SukmanaMenteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/1/2017)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pasar masih akan menerka-nerka kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah komando Presiden barunya, Donald Trump. Akibatnya tutur perempuan yang kerap disapa Ani itu, kondisi perekonomian global akan terus diliputi ketidakpastian.

Menurut Ani, di sinilah pemerintah perlu berkonsentrasi penuh memperkuat perekonomian dalam negeri.

"Sehingga kita tidak terlalu mudah terombang-ambing karena statement maupun reaksi dari market," ujar Ani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Menurut ia, konsentrasi penuh pemerintah mengelola ekonomi dalam negeri sangatlah penting pada tahun ini. Sebab dengan ekonomi yang kuat maka guncangan ekonomi global bisa ditangkal.

Salah satu hal penting yang perlu dilakukan yaitu menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia. Apalagi kata Ani, berdasarkan data terbaru Bank Dunia, trend investasi diseluruh dunia sedang menurun.  Oleh karena itu, pemerintah memandang perlu menjaga momentum pertumbuhan investasi Indonesia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menegaskan bahwa investasi yang penting dijaga yaitu investasi yang membutuhkan komitmen jangka panjang misalnya di sektor pengembangan SDM, pendidikan, kesehatan, dan infrastuktur.

"Ini harus kita jaga terus sehingga kalau ada suasana tidak pasti, dia tidak mempengaruhi komitmen maupun kemauan kita menjalankan rencana itu," kata Ani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X