Kompas.com - 24/01/2017, 17:15 WIB
Salah satu jejak sejarah panjang penyaluran dan pemanfaatan gas alam di Kota Medan, Sumatera Utara, diabadikan di halaman kantor PGN Sub Distribusi Wilayah III Area Medan. Gambar mesin pompa ini diambil pada Jumat (26/8/2016). KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANISalah satu jejak sejarah panjang penyaluran dan pemanfaatan gas alam di Kota Medan, Sumatera Utara, diabadikan di halaman kantor PGN Sub Distribusi Wilayah III Area Medan. Gambar mesin pompa ini diambil pada Jumat (26/8/2016).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah segera membuka keran impor gas dalam waktu dekat. Kebijakan impor ini dilakukan guna mencukupi kebutuhan industri terhadap gas.

Menurut pemerintah, tercukupinya kebutuhan gas dinilai akan menjadi modal pembangunan yang memperkuat daya saing produk-produk industri nasional.Detail pelaksanaan impor gas ini sendiri masih dalam tahap pembahasan.

"Detailnya masih perlu dibahas. Tapi yang sudah diizinkan untuk dilakukan impor gas," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas mengenai harga gas untuk industri di Kantor Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, (24/1/2017).

(Baca: Ini Skema yang Bisa Ditempuh Pemerintah untuk Menurunkan Harga Gas Industri)

Sebelumnya, saat membuka rapat tersebut, Presiden Joko Widodo menyebut penurunan harga gas baru berlaku untuk tiga industri, yakni pupuk, baja dan metromini.

Sementara itu, untuk empat bidang industri lainnya, oleochemical, kaca, keramik, dan sarung tangan karet, penurunan harga gas belum terakomodasi.

(Baca: Darmin: Belum Tentu Impor Bikin Harga Gas Industri Lebih Murah)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, Impor gas pun diyakini sebagai jalan keluar atas masalah ini.

"Bukan menurunkan (harga gas). Tapi menjamin suplai kepada industri," ujar politisi Partai Golkar ini.

Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah sedang menyusun mekanisme yang tepat untuk mengimpor gas dari luar negeri.

Pemerintah juga masih mengkaji negara mana yang akan diajak bekerja sama untuk mengekspor gasnya ke Indonesia.

"Tapi yang utamanya mengenai regulasi impor gas dulu," sambung Airlangga.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.