Kompas.com - 26/01/2017, 12:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta holdingisasi BUMN dilakukan dengan hati-hati, dengan kalkulasi yang matang, tidak asal gabung, asal besar, namun tetap harus dengan catatan-catatan.

"Kalkulasinya yang matang, menaati undang-undang yang ada, betul-betul ini harus dijaga, ini ada prosesnya yang harus dilakukan," ujar Presiden seperti dilansir dari situs resmi Sekrtariat Kabinet, Kamis (26/1/2017).

Menurut Presiden, ke depan harus dikalkulasi betul masalah yang berkaitan dengan kendali manajemen, supervisi, tata kelola, efisiensi, dan beban finansialnya seperti apa.

"Jangan sampai BUMN yang baik malah terbebani yang tidak baik, yang baik menjadi tidak baik," terangnya.

Diakui Presiden, dengan holding akan mendapatkan sebuah lompatan, karena modal perusahaan menjadi tambah besar dan mudah dalam mencari pendanaan.

Karena itu, Presiden menyarankan agar dilibatkan banyak institusi, dilakukan secara terbuka, sehingga semua orang bisa memberikan masukan yang baik untuk perbaikan BUMN.

"Saya optimis sekali kita akan menjadi baik, BUMN akan menjadi baik. Tapi apa yang saya sampaikan tadi, hati-hati," tegas Presiden.

Mengenai masalah yang berkaitan dengan bisnis, Presiden Jokowi mengemukakan, banyak sekali sekarang ini peluang-peluang yang sebetulnya tidak pernah dipikirkan.

Ia memberi contoh BPO (busniness process outsourcing) yang tidak pernah dilirik, padahal di Filipina per tahun bisa mencapai turn over-nya 25 miliar dollar Amerika Serikat (AS), dan bisa mengangkut 130.000 tenaga kerja anak-anak muda.

Menurut Presiden, Indonesia tidak usah mengikuti Filipina, karena bisnis jasa yang lain masih banyak, yang mulai tumbuh, tetapi tidak ada yang mendorong, seperti hal-hal yang berkaitan dengan jasa animasi, jasa desain, untuk masuk ke bisnis internasional.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.