KKP Dampingi Nelayan Pantura Beralih dari Cantrang

Kompas.com - 28/01/2017, 19:00 WIB
Salah satu sudut Kampung Beting yang tengah ditata oleh Kementerian PUPR dan Pemkot Pontianak. Foto diambil Selasa (20/12/2016). Ridwan Aji PitokoSalah satu sudut Kampung Beting yang tengah ditata oleh Kementerian PUPR dan Pemkot Pontianak. Foto diambil Selasa (20/12/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) mulai memberikan pendampingan kepada nelayan Pantura untuk beralih dari penggunaan cantrang atau trawls ke alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Pada tahap awal, KKP mengadakan pelatihan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Tegal kepada 90 nelayan Pantura yang berasal dari Kabupaten Pati, Rembang, dan Batang pada 26-30 Januari 2017.

“Kami berharap nelayan bisa mengganti cantrang dengan alat tangkap ramah lingkungan, demi keberlanjutan sumberdaya ikan untuk anak cucu,” kata Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) Mulyoto dalam siaran pers, Jakarta, Sabtu (28/1/2017).

(Baca: Susi Pudjiastuti Kecewa, Distribusi Bantuan Kapal ke Nelayan Diwarnai Manipulasi)

Selain pelatihan, KKP juga memberikan bantuan alat tangkap gillnet millennium kepada ratusan nelayan. Pembagian itu sebagai pengganti penggunaan cantrang yang dinilai tidak ramah lingkungan.

Rencananya, kegiatan pelatihan dan pembagian alat tangkap ikan ramah lingkungan yang bekerja sama dengan Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN), akan digelar di 12 kabupaten atau kota di sembilan provinsi se-Indonesia.

KKP menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah pasca keluarnya surat edaran nomor 72/MEN-KP/II/2016, tentang pembatasan penggunaan alat penangkapan ikan, cantrang.

Pada kesempatan itu, Walikota Tegal Siti Masitha berharap pelatihan yang diadakan KKP dapat memberikan harapan yang baru pasca pelarangan penggunaan cantrang.

Sementara itu para nelayan Pantura menyampaikan agar pemberian alat tangkap ramah lingkungan menjadi solusi terkait penggantian cantrang.

Mereka berharap pengoperasian alat tangkap baru yang lebih ramah lingkungan tidak menurunkan pendapatan mereka.

Kompas TV Nelayan Asing Pencuri Ikan Ditangkap di Sulut

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Whats New
Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X