Terminal Bus Tirtonadi Solo Terapkan "E-ticketing" seperti Pesawat

Kompas.com - 03/02/2017, 07:45 WIB
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mencoba penerapan tiket elektronik atau e-ticketing di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/2/2017). Pramdia Arhando Julianto/Kompas.comDirektur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mencoba penerapan tiket elektronik atau e-ticketing di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/2/2017).
|
EditorAprillia Ika

SOLO, KOMPAS.com — Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, saat ini sudah menggunakan sistem pembelian tiket secara elektronik atau e-ticketing.

Sistem tersebut memberikan kemudahan kepada konsumen atau penumpang dalam memperoleh tiket bus.

Jika biasanya pembelian tiket bus dilayani melalui loket-loket perusahaan otobus (PO) yang tersedia di terminal, kini pembelian tiket dilayani secara terintegrasi dengan Terminal Tirtonadi Solo.

Penumpang dapat memilih PO bus, tujuan, hingga waktu keberangkatan yang diinginkan.

Pada loket pembelian tiket, penumpang akan dilayani oleh petugas terminal, dan akan diminta menunjukkan kartu identitas untuk data manifes penumpang. Hal ini dilakukan seperti proses ticketing moda angkutan penerbangan.

"Pembelian tiket sudah menerapkan e-ticketing, itu sudah hampir sama dengan naik pesawat," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pudji Hartanto, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/2/2017).

Penasaran dengan penerapan sistem e-ticketing, dirinya pun mencoba membeli tiket bus menuju Ngawi, Jawa Timur.

"Kami pesan, dan kami diminta persyaratan seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan di dalam tiket itu sudah tertera nama saya," ujarnya.

Namun, dirinya menyarankan agar pemberlakuan sistem e-ticketing harus bersinergi antara pengelola terminal dan juga PO agar bisa diketahui berapa jumlah kursi yang masih tersedia dan kursi yang sudah terjual.

"Hanya memang yang perlu diperbaiki antara kantor PO bus dan terminal belum sinkron sehingga harus komunikasi," kata Pudji.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X