KSSK Waspadai Risiko Arah Kebijakan AS

Kompas.com - 03/02/2017, 17:46 WIB
Menkeu Sri Mulyani saat acara CIMB Niaga Economic Forum 2017 di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/1/2017). Pramdia Arhando JuliantoMenkeu Sri Mulyani saat acara CIMB Niaga Economic Forum 2017 di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jakarta, Kamis (26/1/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK) memperkirakan perkembangan ekonomi secara umum dan stabilitas sistem keuangan akan lebih baik dan stabil pada 2017. Namun bukan berarti tidak ada ancaman.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, KSSK mewaspadai adanya risiko eksternal yang akan berimbas ke ekonomi nasional. Risiko itu terkait arah kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah komando Donald Trump.

"(Ada risiko) dari pasar keuangan global yang dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah AS," ujar perempuan yang kerap disapa Ani itu usai rapat KSSK di Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Trump mulai merealisasikan sejumlah janji kampanyenya yang dinilai kontroversial dan menimbulkan ketidakpastian. Salah satu kebijakannya yaitu menandatangani surat perintah keluarnya AS dari keanggotaan perjanjian perdagangan Kemitraan Trans Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP).

Dunia masih menunggu arah kebijakan lain yang akan ditempuh AS secara menyeluruh terkait persoalan ekonomi. Sebab kebijakan ekonomi Negara Paman Sam itu akan berpengaruh kepada negara-negara lain.

Salah satu kebijakan yang ditunggu yaitu realisasi rencana Bank Sentral AS The Fed menaikkan suku bunga acuannya. "Rencana itu yang berpotensi untuk menimbulkan tekanan terhadap arus modal dan nilai tukar," kata Ani.

Selain itu, KSSK juga masih mencermati risiko ekonomi di dalam negeri yang berpotensi membesar yakni melambungnya inflasi akibat naiknya sejumlah harga yang diatur pemerintah dan defisit anggaran pada 2017.

"Di sisi lain, KSSK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan akan lebih baik dibanding tahun lalu, seiring dengan perbaikan proyeksi dan pertumbuhan ekonomi," ucap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X