71 Persen Dana Repatriasi "Tax Amnesty" Masih Mengendap di Perbankan

Kompas.com - 03/02/2017, 18:13 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, sebagian dana repatriasi dari amnesti pajak masih tersimpan di perbankan. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyatakan, setidaknya 71 persen dana repatriasi dari program amnesti pajak masih disimpan di perbankan. Adapun 29 persen sisanya disimpan di industri keuangan lainnya.

"Dana repatriasi 71 persennya masih mengendap di perbankan. 29 persen ada di pasar modal, asuransi, dan sebagainya," jelas Muliaman usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Jumat (3/2/2017).

Muliaman menuturkan, sesuai dengan aturan mengenai amnesti pajak, maka dana dari program tersebut harus mengendap di Tanah Air selama tiga tahun. Oleh sebab itu, imbuh Muliaman, pihaknya akan terus melakukan pemantauan.

"OJK terus melakukan monitoring agar dana tersebut masuk ke sektor produktif," ungkap Muliaman.

Meskipun demikian, Muliaman menyatakan masuknya dana dari program pengampunan pajak berkontribusi kepada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan nasional.

Hingga akhir tahun 2016, DPK perbankan dalam rupiah tumbuh 11,63 persen, sementara DPK dalam valuta asing tercatat tumbuh minus 0,33 persen.

"Pertumbuhan DPK terjadi pada September sampai November 2016, saya kira ini karena kontribusi tax amnesty," ungkap Muliaman.

Kompas TV Dirjen Pajak Terus "Blusukan" Ajak Ikut Amnesti

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.