Kemenhub Selidiki Sebab Terombang-ambingnya Kapal Mutiara Sentosa I

Kompas.com - 04/02/2017, 12:45 WIB
KM Mutiara Sentosa III siap angkut penumpang mudik Lebaran 2016 melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok. KOMPAS.com/ENI MUSLIMAHKM Mutiara Sentosa III siap angkut penumpang mudik Lebaran 2016 melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat cuaca buruk dan gelombang laut tinggi telah menyebabkan satu buah Kapal KM Mutiara Sentosa I dengan rute Balikpapan menuju Surabaya terombang-ambing kehabisan bahan bakar di perairan sekitar Kepulauan Madura, Jawa Timur sejak pukul 01.00 WIB (3/2/2017).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Tonny Budiono membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.

"Benar telah terjadi KM Mutiara Sentosa I terombang ambing pada posisi 06.46.39 LS, 112.54.31 BT. Adapun seluruh penumpang dan ABK dipastikan selamat," ungkap Tonny dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/2/2017).

Pada pukul 14.00 WIB Kapal MT Arfa Ocean dari Pelabuhan Tanjung Perak telah berangkat dan membawa persediaan 40 ton bahan bakar dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah mengerahkan Kapal Patroli KPLP milik Syahbandar Tanjung Perak untuk membantu evakuasi.

"Kapal Patroli KPLP dan MT Arfa Ocean juga membawa perbekalan makanan dan minuman untuk para penumpang kapal KM Mutiara Ocean mengingat KM Mutiara Ocean telah kehabisan makanan akibat selama kurang lebih 18 jam terombang ambing di laut," kata Tonny.

Selain itu, menurut Tonny Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak juga menyiapkan tenaga medis dan ambulan yang berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan karena menurut laporan dari nakhoda kapal bahwa para penumpang kapal mengalami lemas akibat kehabisan makanan dan minuman serta ada 8 orang penumpang dewasa dan 2 orang penumpang anak-anak yang sedang sakit.

"Menurut informasi yang kami dapatkan Kapal Tug Boat (TB) Kresna 315 dan Kapal TB Restu telah menuju lokasi juga membawa perbekalan dan rencananya akan menarik KM Mutiara Sentosa I masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak yang diperkirakan akan tiba pada (4/2/2017) pukul 01.00 WIB," terang Tonny.

Peristiwa ini tentu menjadi catatan bagi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan kelalaian dari nakhoda dan operator kapal akibat tidak melaporkan kejadian ini ke Otoritas Pelabuhan setempat pada kesempatan pertama.

"Peristiwa ini merupakan kejadian yang serius terhadap upaya kami dalam penegakan keselamatan pelayaran. Saya perintahkan kepada jajaran saya agar mencari tahu mengapa hal ini bisa terjadi dan tentunya tidak ada tolerasi bagi kami terhadap penegakan keselamatan pelayaran. Tentunya akan dilakukan investigasi, kalau ada pelanggaran tentu akan diberikan sanksi kepada nakhoda dan operator kapal," pungkas Tonny.

Sekadar informasi, kapal KM Mutiara Santosa I milik PT Atosim Lampung Pelayaran membawa kurang lebih 180 orang penumpang direncanakan akan berlabuh di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

Kompas TV Masih Trauma, Korban Ceritakan Detik-Detik Jelang Kapal Karam



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X