Seperti di Changi dan KLIA, Bandara Soekarno-Hatta Segera Punya Skytrain pada Juni

Kompas.com - 08/02/2017, 11:18 WIB
Dok AP II Desain Skytrain yang akan dipasang di Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dilengkapi Automated People Mover System (APMS) moda transportasi antarterminal berbasis kereta tanpa pengemudi (driverless) atau Skytrain mulai Juni 2017.

Skytrain akan menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan integrated building yang ada di bandara tersebut.

Awal pengoperasian pada Juni 2017 dengan menggunakan 1 rangkaian yang terdiri dari 2 kereta dengan kapasitas total dapat menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 2 ke Terminal 3 maupun sebaliknya.

Skytrain akan beroperasi penuh dengan 3 trainset berkapasitas total 528 orang yang menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan integrated building pada Agustus 2017.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, untuk mengoptimalkan pelayanan, rentang waktu Skytrain maksimal 5 menit dengan waktu tempuh dari T1 kemudian ke integrated building, lalu lanjut ke T2 dan T3 ditetapkan 7 menit.

"Bagi penumpang pesawat atau pengunjung bandara dapat dengan mudah melihat informasi jadwal atau waktu kedatangan Skytrain di aplikasi Indonesia Airport yang dapat diakses melalui smartphone," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/2/2017).

Kehadiran Skytrain akan mempermudah perpindahan penumpang pesawat antara Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

Adapun nilai investasi Skytrain ini mencapai Rp 950 miliar yang terdiri dari investasi pengadaan trainset dan investasi pembangunan infrastruktur.

Pengadaan trainset Skytrain beserta teknologi di dalamnya disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korsel, dengan nilai investasi yang dikeluarkan PT Angkasa Pura II (Persero) sebesar Rp 530 miliar.

Skytrain ini dilengkapi sistem automated guideway transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri atau self propelled. Kecepatan operasi Skytrain ini dapat mencapai 60 km per jam.

Untuk pembangunan infrastruktur seperti jalur dan terminal Skytrain, PT Angkasa Pura II (Persero) berinvestasi sebesar Rp 420 miliar, di mana pembangunannya dilakukan oleh KSO antara PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco.

Dengan Skytrain dan kereta bandara diharapkan volume kendaraan bermotor di akses bandara maupun di kawasan bandara akan berkurang sehingga arus lalu lintas dapat lebih lancar.



EditorBambang Priyo Jatmiko


Close Ads X