Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menko Darmin: Membangun Infrastruktur Tidak Harus Utang

Kompas.com - 08/02/2017, 15:16 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang gencar menggenjot pembangunan infrakstruktur di seluruh pelosok negeri. Namun, keterbatasan anggaran kerap membuat pemerintah mencari dana segar melalui utang untuk membiayai sejumlah pembangunan itu.

Namun Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution meyakini, pembangunan infrakstruktur tetap bisa berjalan meski tanpa suntikan dana yang berasal dari utang.

"Kalau saya bilang, membangun infrastuktur itu tidak harus utang," ujarnya saat membuka acara Mandiri Invesment Forum 2017 di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Pemerintah masih memiliki opsi lain untuk membiayai proyek-proyek pembangunan infrakstruktur yang nilainya besar. Salah satu caranya yaitu dengan mengajak langsung para investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Kalaupun investor tidak mau membiayai proyek pembangunan infrakstruktur 100 persen, ada sejumlah skema kerja sama bisa dilakukan. Misalnya, kerja sama dengan swasta dalam negeri, BUMN, bahkan bisa juga bekerja sama dengan pemerintah.

"Waktu investasi untuk air minum di Jawa Timur itu, Umbulan, itu kerjasama pemerintah dan swasta. Jadi jangan lihat pembangunan infrastruktur langsung nambah utang," kata Darmin.

Hingga Desember 2016 lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, total utang pemerintah pusat mencapai Rp 3.466,9 triliun, melonjak Rp 301,8 triliun dibanding periode yang sama pada 2015 sebesar yang hanya Rp 3.165,13 triliun.

Utang itu dipergunakan untuk menutup celah akibat defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang mencapai Rp 307 triliun atau 2,46 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kompas TV Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$ 323 Miliar
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Whats New
Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Whats New
Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Spend Smart
Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Whats New
IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

Whats New
Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Spend Smart
Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk 'Fresh Graduate'

Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk "Fresh Graduate"

Work Smart
IHSG Masih 'Sideways', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih "Sideways", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Whats New
Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Whats New
Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Whats New
Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Whats New
[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

Whats New
Emiten Farmasi PYFA Targetkan Pendapatan Tumbuh 7 Persen Tahun Ini

Emiten Farmasi PYFA Targetkan Pendapatan Tumbuh 7 Persen Tahun Ini

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com