Ini Kronologi Meninggalnya Penumpang Garuda Indonesia Rute Makassar-Jakarta

Kompas.com - 08/02/2017, 20:01 WIB
Pesawat Garuda Indonesia sedang push back di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (12/5/2016). KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAPesawat Garuda Indonesia sedang push back di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (12/5/2016).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia menjelaskan kronologi kejadian meninggalnya salah satu penumpang pada penerbangan GA-611 dengan rute Makassar-Jakarta Rabu (8/2/2017).

VP Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar menerangkan, penerbangan tersebut berangkat dari Makassar pukul 06.20 WITA dan akan mendarat di Jakarta pada pukul 07.45 WIB.

Namun, mendekati tujuan terdapat seorang penumpang yang pingsan. Kemudian, awak pesawat langsung memberikan pertolongan pertama kepada penumpang. Diketahui penumpang tersebut bernama Djafar Afghani berusia 41 tahun yang duduk di kursi kelas ekonomi nomor 22K.

"Sekitar 20 menit sebelum mendarat, penumpang pingsan, dan pilot mengumumkan kepada seluruh penumpang di penerbangan GA 611 apakah ada penumpang yang berprofesi sebagai dokter," ujar Benny dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Setelah pengumuman tersebut, kata Benny, terdapat penumpang yang mengaku berprofesi dokter. Kemudian, dokter tersebut melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi penumpang.

"Setelah melakukan pemeriksaan, dirasa perlu adanya penanganan lebih lanjut (medical assistance) untuk penumpang yang bersangkutan," imbuhnya.

Awak pesawat, terang Benny, juga langsung berkoordinasi dengan tim ground handling Bandara Soekarno-Hatta untuk  pengadaan ambulance. Awak pesawat meminta petugas menyiapkan ambulance  di sisi parkir pesawat untuk membawa penumpang ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta.

Setelah mendarat, penumpang dibawa ke ambulance dengan menggunakan fasilitas ambulift yang didampingi salah seorang rekan penumpang. Selain itu penumpang juga didampingi oleh tim ground handling Garuda dan Bandara Soekarno-Hatta.

"Dengan ambulance, penumpang langsung menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta," terangnya.

Setibanya di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta, penumpang segera mendapatkan pemeriksaan oleh dokter yang bertugas. Namun sayangnya, nyawa penumpang tersebut tidak tertolong. Dokter menyatakan penumpang meninggal karena serangan jantung.

Dalam hal ini, Benny mengklaim, maskapai telah melakukan prosedur penanganan penumpang yang sakit sesuai dengan prosedur yang ada. Menurut dia, maskapai selalu mengedepankan keselamatan penumpang selama melaksanakan penerbangan, khususnya jika diketemukan penumpang yang mengalami penyakit serius selama penerbangan.

"Garuda Indonesia juga turut membantu mempersiapkan fasilitas penunjang proses pemulangan jenazah. Tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengedepankan layanan terbaik kepada penumpang," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X