Maskapai Melanggar Aturan, Kemenhub Hanya Beri Sanksi Administrasi

Kompas.com - 09/02/2017, 11:45 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo dalam Coffee Morning di Kantor PT Angkasa Pura I (Persero) Jakarta, Kamis (9/2/2017).  Achmad Fauzi/Kompas.comDirektur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo dalam Coffee Morning di Kantor PT Angkasa Pura I (Persero) Jakarta, Kamis (9/2/2017). 
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan sanksi administrasi kepada maskapai penerbangan jika melakukan suatu pelanggaran. 

Selama ini, jika melakukan maskapai melakukan pelanggaran, langsung diberikan sanksi berupa pembekuan atau pencabutan rute penerbangan. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengatakan, sanksi pembekuan rute penerbangan akan berdampak kepada pelayanan masyarakat. 

Saat ini, sanksi kepada maskapai tercantum pada Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 159 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara. 

"Harusnya kalau melanggar yang diberi sanksi operatornya. Sehingga kita kaji ulang kembali," ujar Suprasetyo dalam Coffee Morning di Kantor PT Angkasa Pura I (Persero) Jakarta, Kamis (9/2/2017). 

Suprasetyo menjelaskan, dalam sanksi administrasi nantinya Kemenhub memberikan sanksi berupa denda kepada pihak dalam maskapai yang bertanggung jawab dalam pelanggaran tersebut. 

"Misalnya kalau ini human error, itu siapa yang bertanggung jawab. Nah itu yang  kita sanksi dan denda. Kami juga sanksi ke manajemennya. Nantinya bentuknya rekomendasi pergantian pilot, rekomendasi pergantian manajer yang bersangkutan," jelasnya. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suprasetyo menambahkan, rencana penerapan sanksi tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Perhubungan.

Namun sayangnya, pihaknya tidak memberitahu kapan detail penerapan sanksi tersebut dilaksanakan. "Mudah-mudahan, dalam waktu dekat bisa diterapkan," tandas Suprasetyo.

Sekadar informasi, Kemenhub berencana untuk menderegulasi 20 peraturan pada semua lingkup transportasi.

Kompas TV Survei: Garuda Indonesia Maskapai Paling Dicintai di Dunia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

Work Smart
Cara Cek BPJS Kesehatan: Tagihan hingga Tarif Terbaru

Cara Cek BPJS Kesehatan: Tagihan hingga Tarif Terbaru

Whats New
Call Center BPJS Kesehatan Terbaru, Bisa Diakses 24 Jam

Call Center BPJS Kesehatan Terbaru, Bisa Diakses 24 Jam

Work Smart
APSD Gandeng Ritase Dorong Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

APSD Gandeng Ritase Dorong Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Whats New
Waspada, Ini Ciri-Ciri Entitas Kripto Bodong

Waspada, Ini Ciri-Ciri Entitas Kripto Bodong

Whats New
Animo Masyarakat Terhadap Aset Kripto Naik 50 Persen Hingga Akhir Mei 2021

Animo Masyarakat Terhadap Aset Kripto Naik 50 Persen Hingga Akhir Mei 2021

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X